Balai Karantina Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung ke Pulau Jawa

768
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Penyelundupan burung yang akan dikirim dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa berhasil digagalkan Balai Karantina Pertanian Wilker Bakauheni Lamsel saat melintas di Seport Interdiction (SI) Bakauheni Lamsel.

Penangkapan sekitar 500 burung dengan jenis Glatik, Betet, Pleci dan Ledekan tersebut diamankan sekitar pukul 00.30WIB, kemarin (26/9).

Penyidik Balai Karantina Pertanian (BKP) Wilker Bakauheni, Buyung Hadiyanto menjelaskan, penangkapan terhadap 500 burung berbagai jenis tersebut saat dirinya melihat Bus Prayogo AB 7044 JN jurusan Sumatera-Jawa Tengah sedang melintas di SI Bakauheni Lamsel.

Namun, saat aparat mencoba menghentikan kendaraan tersebut, bus itu tak mengubrisnya sehingga tetap melaju sampai ke tolgate (tempat pembelian ticket).

“Kami langsung mengejar bus itu sampai ke depan pintu pembelian tiket, kami langsung meriksa isi bawaan bus itu,”ungkap Buyung, seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (27/9).

Saat diperiksa, sambung Buyung, Bus pengangkut barang itu didalam terdapat kardus buah. Namun, isi didalam kardus tersebut merupakan ratusan burung yang akan dibawa ke pulau jawa.

“Kami langsung tanyakan surat-suratnya seperti SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan), ternyata sang sopir tidak dapat menunjukkan surat-suratnya. Makanya kami amankan burung-burung itu. Kalau sopirnya kami lepaskan untuk melanjutkan perjalanan,”ujarnya.

Buyung menambahkan, burung-burung tanpa dilengkapi dokumen resmi tersebut sebagaimana dipersyaratkan dalam UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan.

“Kami menyita burung-burung itu sampai pemiliknya memiliki dokumen resmi. Kalau tetap tidak dapat memiliki dokumen resmi. Maka burung-burung itu kami lepas liarkan,”katanya.

Terpisah, Kepala BKP Wilker Bakauheni Lamsel, dr.azhar mengaku burung-burung yang diamankan senin (26/9) dini hari tersebut telah dilepasliarkan. Sebab, burung-burung itu tanpa memiliki dokumen yang resmi.

“Tadi (semalam,red) orangnya datang, Dia sudah buat surat pernyataan, tapi karena tidak memiliki dokumen resmi, kami langsung lepas liarkan burung-burung itu,”pungkasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar