Banyak Pelajar Ngelem dan Ngemix di Anambas, Satpol PP Bakal Razia

441
Pesona Indonesia
Sampah obat batuk yang ditemukan di lokasi air terjun di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Selatan. foto:syahid/batampos
Sampah obat batuk yang ditemukan di lokasi air terjun di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Selatan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja akan melaksanakan razia kepada para remaja yang mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabukan. Bukan hanya itu, pihaknya juga akan merazia remaja yang mabuk dengan menghirup lem (ngelem) di seluruh Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Pasalnya saat ini bukan hanya di kota Tarempa.

Plt Kepala Kantor Satpol PP Anambas, Hamka Lubis, mengatakan, razia akan dilaksanakan bukan hanya di Tarempa saja, namun akan dilaksanakan di tiap kecamatan seperti di dua Kecamatan besar yakni Jemaja dan Palmatak. Pasalnya di kecamatan seperti Jemaja dan Palmatak aktivitasnya sudah sangat luar biasa.

Hamka, mengungkapkan pihaknya berencana dalam waktu dekat akan turun ke Kecamatan Jemaja untuk melakukan razia. Karena di sana sudah banyak sekali aktivitas tersebut dan sudah sangat meresahkan. “Sebenarnya sesuai rencana kita sudah turun, tapi urung dilakukan karena ada yang lebih penting. Namun dipastikan di dua daerah ini kita akan turun
langsung,” tegasnya Senin (26/9).

Kendati demikian, kota Tarempa masih menjadi fokus razia. Efeknya untuk saat ini aktivitas remaja yang ngelem dan ngomix sudah sangat jauh berkurang. Bahkan pada razia minggu lalu tidak ada aktivitas sama sekali. “Pada pukul 20.00 WIB kemarin, masih banyak pelajar yang nongkrong, namun ketika dilaksanakan razia sekitar pukul 22.00 WIB, tidak da lagi pelajar ataupun remaja yang nongkrong,” bebernya.

Hamka mengaku target razia memang para pelajar, maka dari itu pemberlakukan jam malam masih sangat penting mengingat para pelajar tersebut mesti belajar. Hamka juga sangat berharap dengan razia rutin yang dilaksanakan tidak ada lagi pelajar yang ngelem dan ngomix.

Sebelumnya, diduga sejumlah kalangan remaja termasuk pelajar mabuk-mabukan dengan car mengkonsumsi komix dengan dosis tertentu. Bukan hanya itu, mereka juga belajar mabuk dengan cara menghirup aroma lem.

Pantauan dilapangan, ada sejumlah lokasi yang menjadi tempat ngomix. Diantaranya di Desa Batu Tambun, Kecamatan Siantan Selatan, di Tanjung Momong Tarempa dan ada juga sebagian yang memilih ngomix di wisata air terjun yang ada di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Selatan.

Diduga, remaja itu setelah mabuk lupa untuk membersihkan sampah bungkus komix sehingga puluhan bekas bungkus komix terlihat berserakan di lokasi. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar