CEO Sriwijaya Air Group Ikut Tax Amnesty

496
Pesona Indonesia

sribatampos.co.id – Menjelang berakhirnya periode pertama tax amnesty, sejumlah pengusaha berlomba-lomba memanfaatkan fasilitas program pengampunan pajak. Senin(26/9), giliran CEO Sriwijaya Air Group, Chandra Lie, yang mendaftar untuk mengikuti program tax amnesty. Dia melaporkan asetnya di Kantor Pajak Wajib Pajak Besar Sudirman .

Chandra menuturkan, keikutsertaan dirinya dalam program tersebut terkait kewajibannya sebagai Wajib Pajak (WP). Dalam kesempatan tersebut, dia mengaku melakukan deklarasi sekaligus repatriasi. Deklarasi harta di luar negeri berupa aset dalam bentuk bangunan untuk kebutuhan pendidikan anaknya.

“Saya tidak menyiapkan uang di luar negeri yang banyak. Kita ada deposito, ada juga aset. Aset itu persiapan-persiapan untuk anak saya sekolah seperti rumah. Tapi semua itu kita laporkan,” paparnya, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra mengaku mendapat kemudahan dalam proses pelaporan dan pendaftaran program tax amnesty. Dia pun mengajak seluruh pengusaha untuk ikut tax amnesty sesegera mungkin. Dia menilai, tarif tax amnesty yang ditetapkan di Indonesia tergolong murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Pemerintah membuat kemudahan-kemudahan dalam tax amnesty. Pelayanan sangat luar biasa, saya rasa terbaik di dunia. Pemerintah kita hanya memberi 2 persen. Paling murah di dunia. Di Amerika 25 persen,” urainya.

Chandra menekankan, jika para pengusaha tidak memanfaatkan program tax amnesty saat ini, maka hal tersebut cukup disayangkan. “Saya katakan pada para pengusaha, kalau tidak ikut tax amnesty sangat sayang. Memang ada kendala, seperti kalau mau setor, cari uang kontan itu nggak ada. Kadang-kadang nggak ada uang kontan. Semua ada dalam bentuk aset. Tapi itu komitmen, bukan alasan,” imbuhnya.

Selain Chandra Lie, Dubes RI untuk Polandia Peter F. Gontha kemarin juga mendatangi kantor pusat pajak untuk berkonsultasi terkait tax amnesty. Pihaknya pun berniat mengikuti program tersebut.

Sementara secara nasional, hingga kemarin (26/9) atau H-4 dari berakhirnya periode tax amnesty tahap pertama, jumlah penerimaan uang tebusan yang dibayarkan peserta pengampunan pajak mencapai Rp 52,8 triliun.

Merujuk data statistik amnesti pajak yang dilansir laman resmi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, pembayaran tebusan berdasarkan SSP atau surat setoran pajak mencapai Rp 52,8 triliun.

Sedangkan total uang tebusan berdasarkan surat pernyataan harta (SPH) yang disampaikan hingga pukul 16.15 WIB kemarin mencapai sekitar Rp 45 triliun atau 27,27 persen dari target Rp 165 triliun.

Total nilai realisasi berdasarkan surat setoran pajak (SSP) yang diterima mencapai Rp 56,1 triliun, mencakup pembayaran tebusan amnesti pajak, pembayaran tunggakan pajak, dan pembayaran penghentian pemeriksaan bukti permulaan.

Sementara itu, jumlah pernyataan harta hingga kemarin (26/9) mencapai sekitar Rp 1.893 triliun yang mayoritas bersumber dari deklarasi harta bersih dalam negeri sebanyak 68,09 persen, diikuti oleh deklarasi harta bersih luar negeri sebesar 26,73 persen, dan repatriasi aset dari luar negeri sebesar 5,15 persen. (ken/jpgrup)

Respon Anda?

komentar