Dua TKA Asal China di Bintan Kedapatan Belum Punya Kitas dan IMTA

390
Pesona Indonesia
Delapan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) diamankan beberap waktu lalu. Kini Imigrasi mendeportasi pekerja asal China yang ilegal.foto:harry/batampos
Delapan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) diamankan beberap waktu lalu. Kini Imigrasi kembali menemukan TKA asal China yang belum memiliki izin bekerja di Bintan.foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban mendapati dua Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di PT Indoxing Power Karya, Kawasan Industri Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) tak mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Surat Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Mereka yaitu Zuo Hao dan Xia Hong Qing yang sudah sebulan bekerja dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lobam.

“Dua TKA itu memang bekerja di Lobam dan belum menantongi KITAS dan IMTA,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban, Arfa Yudha Indriawan ketika dikonfirmasi, kemarin.

Setelah imigrasi melakukan pemeriksaan, lanjutnya, dua TKA asal China itu hanya memiliki single visa B 211 atau visa kunjungan. Visa yang dikantongi kedua pria asal China iti memang tidak bisa difungsikan untuk bekerja di Indonesia. Melainkan hanya digunakan untuk keperluan wisata, mengurus bisnis, dan urusan-urusan lainnya. Namun ketika diselidiki lebih lanjut, kata dia, ternyata dua pemuda itu sedang melakukan kepengurusan KITAS begitu juga dengan perusahaan tempat mereka bekerja sedang mengurus IMTA.

“Pembuatan KITAS dan IMTA kedua TKA itu sedang dalam proses. Jadi tak ada masalah apapun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bintan, Hasfarizal Handra mengaku akan melakukan pengecekan secara langsung untuk mencari tau keberadaan dua TKA itu ke Kawasan Industri Lobam.

“Kita juga dapat kabar begitu. Tapi belum kebenarannya apakah di PT Indoxing atau perusahaan lainnya. Secepatnya kita kroscek kembali ke Lobam,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar