Kampanye Hitam di Medsos Bakal Diganjar Enam Tahun Penjara

765
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Februari 201‎7 mendatang akan mendapat perhatian khusus dari Mabes Polri.

Sebagai wujud keseriusannya, Polri bakal membuat langkah preventif untuk mengatasi potensi terjadinya konflik dengan berpatroli di media sosial.

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli, mengatakan pihaknya sudah membentuk tim cyber crime untuk memonitor kampanye hitam di medsos.

‎”Tim cyber kami intens melakukan cyber patroli, yaitu melihat, menganalisis, dan mencari konten-konten yang bernuansa ujaran kebencian, nuansa melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU 11 tahun 2008 tentang ITE,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/9).

Dalam UU ini, hukumannya minimal pidana enam tahun penjara. Boy melanjutkan, semua konten yang sifatnya mengarah pada suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) bisa dijerat dengan UU tersebut.‎ Hal ini bertujuan agar menghilangkan pelanggaran hukum.

“Kami sebenarnya senang kalau netizen di dunia maya tidak melakukan sebuah diskriminasi informasi-informasi ujaran kebencian, berkaitan dengan kegiatan-kegiatan kampanye,” himbau Boy. (jpnn)

Respon Anda?

komentar