Menikmati Otak-Otak Tulang Seinam

1220
Pesona Indonesia
Otak-otak Seinam. foto:fatih/batampos
Otak-otak Seinam. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Kabupaten Bintan bukan sekadar kawasan wisata Lagoi dan Pantai Trikora belaka. Ada juga Kijang yang merupakan kota lama di sisi timur kabupaten ini. Kota yang akrab dengan industri tambang beberapa dekade lalu ini tidak hanya menyimpan banyak tempat menarik buat dikunjungi, tapi juga sejumlah kudapan yang terlalu sayang untuk dilewatkan.

Satu di antaranya yang begitu menantang untuk dicicipi adalah otak-otaknya. Yang paling menjadi rekomendasi untuk mencicipi otak-otak terbaik ada di Kelurahan Seinam, Kecamatan Bintan Timur. Di kelurahan ini terkenal sebagai sentra penjualan otak-otak di kawasan Kijang. Setiap akhir pekan selalu menjadi tujuan wisatawan baik dari seputaran Bintan maupun Tanjungpinang. Sehingga tak heran kalau dalam sehari di Sabtu atau Minggu bisa ludes lebih dari tiga ribu bungkus.

“Kalau akhir pekan, saya buka dari pagi sekali. Karena sering ramai sampai sore. Paling tidak habis 30 kilogram. Satu kilonya bisa untuk bikin 100 bungkus otak-otak,” kata Kak Ju, seorang penjual otak-otak di Seinam, kemarin.

Bila pada hari biasa, diakui Kak Ju, memang tidak seramai akhir pekan. Tapi ia tetap membuka lapak jualannya di depan rumah. “Yang namanya pembeli pasti ada saja. Biasanya kan juga ada orang pesan untuk acara,” ujar perempuan yang sudah puluhan tahun berjualan otak-otak ini.

Di Kelurahan Seinam, tidak hanya menjual otak-otak yang berbahandasarkan cincang ikan tenggiri maupun sotong. Tapi juga menyediakan otak-otak tulang. Jenis ini merupakan olahan tulang ikan yang dagingnya sudah terlebih dahulu diambil untuk dijadikan otak-otak biasa. Kemudian sisa-sisa tulang ikan ini dihaluskan dan diberi bumbu semacam otak-otak biasa. Hanya saja rasanya jauh lebih pedas. Cara makannya pun harus ekstra hati-hati agar tidak terkena duri.

Mirna, seorang pembeli dari Tanjungpinang mengungkapkan, setiap berkunjung ke Kijang, ia tidak pernah melewatkan otak-otak Seinam. Ada saja barang dua-tiga puluh bungkus dibawa pulang. Isinya campuran antara otak-otak biasa dan tulang. “Karena otak-otak Seinam ini rasanya berbeda daripada otak-otak yang sering dijual di Tanjungpinang,” katanya.

Perbedaan itu, sambung Mirna, terasa dari cita rasa daging yang lebih segar sebab warga Seinam bisa langsung mendapatkan daging ikan tenggiri dari nelayan setempat. Kemudian soal bumbu campuran otak-otak tulang, juga tidak ada duanya. Hal ini yang membuat Mirna dan keluarganya menggemari otak-otak jenis ini.

“Lagi pun tidak mahal kan. Mau yang tulang atau yang biasa, harganya sama. Sama-sama Rp 1000 saja,” ungkapnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar