Perekrut TKI Ilegal Dibekuk Polisi

1083
Pesona Indonesia
Penyalur TKI saat diamankan polisi. Foto: eggi/batampos.co.id
Penyalur TKI saat diamankan polisi. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Wiranto Wijaya dan Widya Yuni Sartika, penyalur tenaga kerja ilegal yang sempat melarikan diri akhirnya diamankan jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang.

Penangkapan terhadap Wiranto Wijaya dan Widya Yuni Sartika ini bermula dari adanya laporan masyarakat, bahwa di salah satu kos-kosan yang terletak di kawasan Kapling Pelita 6 no 42, Lubukbaja ada tiga orang yang dicurigai sebagai TKI illegal.

“TKP awalnya itu di kapling pelita 6 no 42 Lubukbaja, saat itu dilakukan penggrebekan oleh unit Opsnal Reskrim dan Intel yang melakukan penggrebekan di TKP,” ungkap Kanit Unit IV Sat Reskrim Polresta Barelang, Selasa (27/9/2016).

Dari penggerebekan yang dilakukan tersebut, ditemukan 3 orang TKI yang berada di salah satu kamar kos-kosan tersebut. Sementara, untuk perekrut mereka pada saat itu tidak berada di TKP.

“Pada penggrebekan itu, pelaku sedang tidak berada di TKP. Kita hanya menangkap tiga orang laki-laki yang akan diberangkatkan pada saat itu,” lanjutnya lagi.

Sementara, untuk pelakunya sendiri berhasil ditangkap pada 25 September 2016 lalu. Pada saat itu unit Opsnal dan Intel polresta memancing pelaku dengan menyuruh salah satu anggota menelpon pelaku untuk bekerja di luar negri.

“Pada saat itu kita sudah mengantongi nomor hape pelaku. Kemudian tanggal 25 September di pancing melalui polwan yang ingin kerja di luar negri. Dan bertemu di parkiran Cittyk,” terangnya.

Setelah tertangkap, dari keterangan kedua pelaku, mereka hanya bertugas untuk mencari calon pekerja yang nantinya akan ditempatkan di salah satu pabrik elektronik di Malaysia. Sementara, untuk yang membawa calon TKI ini ke Malaysia saat ini masih dalam DPO.

“Tiga orang TKI ini rencananya akan bekerja di salah satu pabrik elektronik. Sementara, untuk yang memberangkatkan mereka miss M yang saat ini DPO,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dari pengakuan Wiranto Wijaya mengaku baru kali ini melakukan pencarian terhadap orang yang ingin bekerja di Malaysia melalui jalur illegal.

“Baru kali ini melakukannya, dari satu orang yang diberangkatkan saya minta uang untuk administrasinya sebesar tiga juta,” akunya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 102 undang-undang nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia.

“Unsur yang ada pada pasal 102 undang-undang nomor 39 tahun 2004 terpenuhi. Mereka diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal 2 miliar,” pungkasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar