Suplai Tersendat, BBM dan Minyak Tanah Langka di Dabo

362
Pesona Indonesia
Salah satu kios penjualan BBM di Dabo tutup karena tidak ada pasokan BBM dari Pertamina. foto:wijaya satria/batampos
Salah satu kios penjualan BBM di Dabo tutup karena tidak ada pasokan BBM dari Pertamina. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Dabo Singkep terputus, akibatnya sejumlah kios penjual BBM tidak beroperasi dan membuat masyarakat bingung untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Selain kekosongan premium atau bensi, warga Dabo Singkep juga resah karena putusnya pasokan minyak tanah.

“Kami nak masak gimana, minyak tanah tidak ada yang jual. Sejumlah kios yang biasa menjual minyak tanah kehabisan stok,” kata Ani, salah seorang ibu rumah tangga di Dabo Singkep, Senin (26/9) pagi.

Dari pantauan koran Batam Pos di lapangan, sejumlah kios penjual BBM dan minyak tanah sebahagian besar terlihat tutup karena tidak ada stok minyak untuk mereka jual. Selain itu, sejumlah warga yang berhasil ditemui wartawan koran ini juga mengaku kesal karena tidak adanya bakar untuk mendukung aktifitas mereka.

Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Lingga, Abang Syafri yang menangani pasokan BBM ke Kabupaten Lingga mengatakan, tersendatnya pasokan BBM kali ini karena adanya kesalahan teknis yang terjadi. Sehingga pasokan BBM tidak dapat keluar dari Pertamina.

“Saya kurang tahu pasti, mungkin terkait administrasi atau kouta atau apa yang menjadi halangan pengambilan minyak ke Pertamina,” kata Syarif.

Namun Syarif memastikan kekosongan BBM dan minyak tanah ini bukan karena pembagian jatah BBM antara Daik dan Singkep. Karena jatah untuk Daik, Pemkab Lingga telah mendapat penambahan kuota dari Pertamina sebanyak 21 ton dari 50 ton BBM yang diajukan.

Menurut Syarif, jatah BBM ke Kabupaten Lingga sebesar 280 ton perbulan, sedangkan untuk jatah minyak tanah dalam sebulan 168 ton perbulan. Namun Syarif belum dapat memberikan kepastian terkait datangnya pasokan BBM dan minyak yang terputus ke tanah Bunda Melayu ini.

Karena kesalahan administrasi tersebut akhirnya masyarakat menerima kekehawatiran terkait kekosongan BBM dan minyak tanah. Sebelumnya, seluruh masyarakat telah mendukung Pemerintah Kabupaten Lingga untuk mendirikan SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait bahan bakar kendaraan. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar