hutkepribatampos.co.id – Peringatan 14 tahun Provinsi Kepri dipusatkan di pelataran Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (26/9). Pada momentum tersebut, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyebut masih banyak pekerjaan pemerintah yang harus segera diselesaikan.

“Menjadikan Kepri lebih baik lagi dan semakin baik adalah cita-cita kita bersama,” ujar Nurdin saat memimpin upacara peringatan HUT ke-14 Kepri, Senin (26/9).

Menurut Gubernur, ada beberapa program kerja yang menjadi fokus pemerintah Provinsi Kepri di bawah kepemimpinannya saat ini. Antara lain menciptakan perbaikan pelayanan masyarakat dan mempermudah proses perizinan bagi masuknya investasi ke Kepri.

Nurdin menyampaikan, Pemprov Kepri akan terus melakukan deregulasi dan debirokrasi untuk memangkas semua prosedur pelayanan yang rumit. Sehingga iklim investasi di Kepri akan semakin membaik.

“Kita akan terus tingkatkan investasi yang masuk ke Kepri,” kata Nurdin.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu fokus kerja pemerintah daerah. Kepri, kata Nurdin, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Sehingga semua pihak harus bersama-sama mengoptimalkan potensi ini demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara luas.

Pembangunan sarana dan infrastruktur publik juga tak kalah penting bagi Nurdin. Namun dia berharap, pembangunan fisik ini tidak semata-mata mengandalkan keuangan daerah yang sangat terbatas. Untuk itu, keterlibatan pihak swasta sangat diharapkan demi terciptanya akselerasi pembangunan di daerah.

“Pelan-pelan kita akan mewujudkan Kepri lebih maju lagi. Mari kita terus bekerja dan berdoa, mari kita bergandeng tangan, sukses kita yaitu sukses bersama,” jelas Nurdin.

Nurdin menambahkan, dalam rentang waktu 14 tahun semenjak berdirinya Provinsi Kepri, telah banyak kemajuan pembangunan dicapai yang bisa dilihat dari beberapa indikator. Seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, indeks pembangunan manusia (IPM), PDRB per kapita, indeks GINI dan penduduk di atas garis kemiskinan.

Tren pertumbuhan ekonomi menunjukan peringkat positif sebesar 5,40 persen yang, kata Nurdin, tergolong baik secara nasional dengan inflasi sebesar 1,37 persen. Ada pun indeks pembangunan mengalami peningkatan yg baik dengan nilai IPM pada tahun 2014 sebesar 73,40 meningkat manjadi 73,75 pada tahun 2015.

“Nilai tersebut cukup baik karena IPM Kepri selalu berada di atas angka IPM nasional,” kata Nurdin.

Sedangkan di bidang kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana kesehatan hingga tahun 2016 terdapat 28 rumah sakit, dengan 77 puskesmas, 311 puskesmas pembantu, 193 klinik dan balai pengobatan swasta yang siap melayani masyarakat. Selanjutnya dari segi SDM kesehatan, pasa tahun 2015 rasio dokter umum sebesar 44 per 1.000 penduduk, dokter spesialis mencapai 19 per 100.000 penduduk dan rasio perawat mencapai 193 per 100.000 penduduk.

“Itu semua demi mencapai target Indonesia Sehat,” ujar Nurdin.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Kata dia, optimalisasi potensi dan percepatan pembangunan di Kepri akan mampu mewujudkan Kepri sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional.

“Saya sangat yakin dengan beragam potensi yang Kepri miliki. Negeri Melayu ini akan menjadi lokomotif perekonomian Indonesia bagian barat,” kata Jumaga ketika membuka sidang paripurna istimewa sempena HUT ke-14 Provinsi Kepri, Senin (26/9).

Mengacu pada masa lalu, sambung Jumaga, ekonomi Kepulauan Riau adalah yang terdepan. Menguasai segenap pasar di semenanjung ini. Kemudian berkaca pada potensi hari ini, Jumaga melihat masa depan cerah ekonomi Kepri melalui potensi kawasan industri yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak memajukan perekonomian Kepri. “Hari jadi ini merupakan momentum untuk memupuk semangat kebersamaan, persatuan, banyak kemajuan dan prestasi yang diraih. Tapi lebih daripada itu, masih perlu kebersamaan yang lebih erat dan harmonis untuk memajukan negeri ini,” ungkap Jumaga.  (aya/jpg)

Respon Anda?

komentar