Terbukti Pungli, Kepala Sekolah Siap Dinonaktifkan

985
Pesona Indonesia
Pelantikan Kepala Sekolah
Pelantikan Kepala Sekolah

batampos.co.id – Sebanyak 156 kepala SD, SMP, SMA, dan SMK serta pengawas sekolah di Batam dilantik di dataran Engku Putri, Batamcenter Senin (26/9) pagi.

Mereka juga diminta menandatangani pakta integritas agar bekerja sesuai aturan jika tidak ingin di “non jobkan”.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan permasalahan yang kerap dihadapi Pemko adalah masalah pendidikan.

Permasalahan tersebut dari tahun ke tahun selalu sama dan tak pernah selesai. Ia berharap dengan adanya pergantian dan pelantikan kepala sekolah baru, dapat membawa perubahan sistem lebih baik untuk pendidikan Kota Batam.

“Saya titipkan soal pendidikan di Batam ini kepada ibu dan bapak. Mari kita bangun Batam dari sisi pendidikan. Sehingga permasalahan yang selalu ada setiap tahunnya dapat terselesaikan,” ujar Rudi usai melantik para kepala sekolah.

Dikatakan Rudi, ia menginginkan Batam dikenal oleh dunia luar dengan pendidikan gratis. Bukannya masalah tentang punggutan liar atau masalah pendidikan lainnya.

“Saya ingin suatu saat orang bicara pendidikan di Batam ini benar-benar gratis. Artinya tidak ada lagi sekolah gratis tapi harus beli ini itu,” jelas Rudi.

Karena itu, usai dilantik Rudi meminta seluruh Kepala Sekolah dan pengawas untuk menandatangi pakta integritas dengan Pemko Batam.

Isinya meminta agar tak ada lagi pelanggar aturan seperti berjualan Lembar Kerja Siswa (LKS), seragam, dan lainnya. Jika kedepannya ditemukan hal tersebut, maka mereka yang telah menandatangani pakta integritas sudah siap menerima sanksi. Sanksi itu berupa pencopotan jabatan.

“Dalam perjalanan tidak memenuhi pakta integritas, terpaksa saya lepaskan jabatannya. Ini demi memperbaiki kinerja Pemko Batam juga,” terang Rudi.

Tak hanya menandatangani pakta integritas, kepala sekolah baru juga diminta membuat terobosan baru untuk dunia pendidikan. Sehingga pendidikan Kota Batam bisa menghasilkan generasi penerus yang berprestasi.

“Mereka (Kepala Sekolah) juga harus punya terobosan-terobosan baru. Nanti saya panggil lagi dan diminta menyampaikan terobosan baru,” kata Rudi.

Selain itu, Rudi juga ingin mengubah citra pengawas sekolah. Sebab selama ini pengawas sekolah adalah orang yang “diparkirkan” dari jabatan kepala sekolah. Namun kini pengawas adalah orang yang benar-benar berpengalaman dan mampu berikan supervisi ke kepala sekolah lain.

“Pengawas yang dilantik tadi adalah yang berhasil jadi Kepala Sekolah. Nanti mereka betul-betul lakukan supervisi,” beber Rudi.

Sementara Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad pelantikan kepala sekolah itu sudah melalui seleksi oleh tim. Sedikitnya ada enam kali diskusi oleh panitia seleksi sebelum nama-nama tersebut dipilih. Tujuannya untuk mengisi posisi kepala sekolah yang kosong karena pensiun dan sebagai bentuk penyegaran.

“Bukan ujuk-ujuk, enam kali kita diskusikan bersama, artinya mereka yang ditunjuk dinilai lebih baik,” kata dia.

Menurut dia, rotasi tersebut juga memperkaya pengalaman dan pemahaman kepala sekolah di Batam. Kepala sekolah yang berprestasi diharapkan dapat menyuntik kemampuannya di sekolah baru. Sehingga dapat memberi warna di pendidikan Batam.

“Prinsipnya kita ingin beri penyegaran terhadap seluruh kepala sekolah. Karena peraturan menteri mengamanatkan hanya dua kali periode, jadi yang sudah sampai delapan tahun sesuai permen ya harus kita putar,” sebut Amsakar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam tahun ini ada 4 Kepala sekolah yang dicopot. Mereka dinilai menyalahi wewenang hingga mengundurkan diri.

“Ada dua Kepala SD dicopot dan dua Kepala SMA. Hari ini mereka yang dilantik juga harus siap bekerja ditempat yang baru. Itu tugas mereka, siap atau tidaknya, mereka harus siap,” pungkas Muslim. (she/koran bp)

Respon Anda?

komentar