Usai Haji, Terpidana Korupsi Dana Hibah Digiring ke Lapas

840
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok.JPNN
Ilustrasi. Foto: Dok.JPNN

batampos.co.id – Amir Nizam, salah seorang terpidana korupsi dana hibah Yayasan Cakradonya, Senin (26/9) digiring ke Lapas oleh pihak Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. Dengan dieksekusinya Amir Nizam, lengkaplah semua terpidana kasus korupsi dana hibah dari APBA Tahun 2010 sebesar Rp 1 miliar.

Sesuai dengan kesepakatan awal, Amir Nizam meminta penundaan penahanan dirinya sekitar sebulan lalu. Dia beralasan akan menunaikan ibadah haji, dan permintaan ini dikabulkan pihak Kejari Lhokseumawe. Setelah kepulangan dari ibadah, pihak kejaksaan langsung melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung.

Informasi diterima wartawan koran ini, Amir Nizam, adik kandung Dasni Yuzar dan paman dari Reza Maulana, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, sekira pukul 13.00 Wib. Dirinya datang tanpa di dampingi oleh penasehat hukumnya. Terpidana dibawa tim kejaksaan ke Lapas Klas II A Lhokseumawe sekitar pukul 13.30 Wib.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe melalui Kepala Seksie Pidana Khusus, Syaiful Amri, membenarkan pihaknya telah melakukan eksekusi terhadap Amir Nizam. Terpidana datang sendiri ke kantor Kejari Lhokseumawe.

“Hari lalu memang eksekusi terhadap Amir Nizam kita tunda. Sebab dirinya meminta penundaan dengan alasan ingin menunaikan ibadah haji. Sekarang dirinya telah selesai menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu hari ini kita membawa terpidana ke Lapas Lhokseumawe,”terangnya seperti diberitakan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) hari ini (27/9).

Seperti diketahui, berdasarkan petikan putusan MA, Amir Nizam divonis empat tahun penjara dan denda masing-masing Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Hal ini terkait korupsi dana hibah Yayasan Cakra Donya dari APBA 2010 sebesar Rp1 miliar. (jpg)

Respon Anda?

komentar