Warga Seraya yang Tempati Lahan Milik Kodim 0316 Diminta Segera Pindah

1280
Pesona Indonesia
Dandim 0316 Batam Letkol Inf Andreas Nanang Dwi , saat memberikan keterangan terkait rencana penertiban lahan milik Kodim yang kini masih ditempati warga di Seraya. Foto: eggi/bnatampos.co.id
Dandim 0316 Batam Letkol Inf Andreas Nanang Dwi  (berkopiah), saat memberikan keterangan terkait rencana penertiban lahan milik Kodim yang kini masih ditempati warga di Seraya. Foto: eggi/bnatampos.co.id

batampos.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0316 Batam meminta pengertian warga yang kini masih menempati lahan milik Kodim di lahan seluas 64.305 meter persegi di Seraya, Batuampar. Dalam waktu dekat, Kodim akan melakukan penertiban, sesuai perintah Kodam I Bukit Barisan.

Komandan Kodim 0316 Batam, Letkol Inf Andreas Nanang Dwi menjelaskan bahwa lahan milik Kodim itu telah memiliki dua PL. PL yang pertama seluas 30.049 meter persegi dan PL yang kedua seluas 34.256 meter persegi.

“Jadi yang pertama dulu, pada saat tanggal 6 juni 2002, itu sudah dikeluarkan ijin prinsip nomor 173/IP/KA/6/2002. Ijin prinsip tentang lahan yang diberikan oleh BP Batam kepada kodim,” ujarnya, Senin (26/9/2016).

Pada saat itu, Kodim 0316 mengajukan sebesar 11.000 meter persegi. Kemudian disetujui dan dikeluarkan PL oleh BP Batam dan ditanda tangani oleh ketua BP Batam seluas 30.049 meter persegi.

Sedangkan dalam PL yang kedua, dikeluarkan pada tanggal 11 Februari 2003. PL yang kedua ini di keluarkan sebagai perluasan dari luasan tanah yang sebelumnya dengan nomor ijin prinsipnya, 74/IP/KA/II/2003.

“PL itu dikeluarkan oleh ketua BP Batam saat itu pak Ismed Abdullah, dan yang waktu mengajukan permohonan itu, dandimnya Letkol Inf Edy Rahmayadi (sekarang Pangkostrad). Kemudian dikeluarkan PL oleh BP Batam dan di tambahkan lagi sebagai cadangan. Jadi yang diajukan 30.000 ditambahkan cadangan menjadi 34.256 meter persegi,” katanya.

Lebih lanjut Andreas mengungkapkan bahwa penertiban ini dilakukan atas perintah langsung Kodam 1 Bukit Barisan untuk meluruskan dan menertibkan lahan aset satuan.

“Upayanya adalah sosialisasi. Sebetulnya ini sudah dilaksanakan sebelumnya oleh pejabat-pejabat sebelumnya. Tapi masih diberikan waktu. Kita minta untuk keluar melalui pendekatan persuasif. Namun tetap, mereka ada disini,” lanjutnya.

Dalam perintah yang diberikan langsung oleh Kodam 1 Bukit Barisan, Andreas diberikan batas waktu hingga Oktober 2016 olehPenglima Kodam I Bukit Barisan untuk menertibkan aset lahan milik Kodim itu.

“Dua bulan yang lalu kami sudah mulai melakukan sosialisasi dan mengeluarkan SP. SP satu, dua, dan tiga sebelumnya sudah diberikan kepada masyarakat,” katanya lagi.

Namun menurut Andreas, pihaknya akan melakukan penertiban secara bertahap. Dalam penertipan yang pertama, ia akan melakukan penertipan terhadap warga yang berada di lahan PL pertama.

“Baru di lanjutkan yang seluruhnya. Jadi ada tahapannya, sehingga tidak langsung kayak dipaksa untuk keluar. Kita juga masih melakukan pendekatan persuasif kepada warga disini,” pungkasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar