Batam Didorong Jadi Kawasan Aerotropolis

487
Pesona Indonesia
Pelabuhan Citranusa Kabil, Batam. Foto: www.scnport.com
Pelabuhan Citranusa Kabil, Batam. Foto: www.scnport.com

batampos.co.id – Kota Batam didorong menjadi kawasan aerotropolis (aero-metropolis). Tujuannya demi percepatan investasi yang bisa memberi nilai lebih untuk Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan rencana itu disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Panjaitan dalam rapat khusus beberapa waktu lalu.

Rapat rencana itu juga dihadiri Kepala BP Batam, Hatanto, Menteri Perhubungan, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, pengelola Kabil Industrial Park, Kris Wiluan, putra mantan Presiden BJ Habibie, Ilham Habibie, Menteri Perhubungan dan lainnya.

“Batam direncanakan sebagai kawasan baru yang mengintegrasikan bandar udara, pelabuhan laut dan kawasan industri, guna percepatan investasi,” kata Amsakar, kemarin.

Menurut dia, kawasan strategis seperti bandara, Kabil industrial park dan pelabuhan terintegrasi, akan mempercepat perekonomian. Model itu disebutkan sama dengan konsep Amsterdam, Belanda. Nantinya akan memiliki hotel, restoran, kawasan industri, bandara dan pelabuhan.

“Itu konsep yang luar biasa. Itu model Batam untuk wilayah starategis,” terang Amsakar.

Namun Amsakar sempat menyampaikan jika rencana itu diterapkan di Nongsa akan terkendala lahan penduduk. Sebab daerah tersebut sangat padat dengan pemukiman, apalagi ada juga kampung tua.

“Ini menjadi tidak sederhana, karena ada penduduk. Padahal pelabuhan kan dengan bandara di situ sebenarnya tinggal dibelah saja wilayahnya,” jelasnya.

Meski begitu, diakui Amsakar Pemko Batam siap dengan rencana menjadi Batam kawasan aerotropolis. Nantinya akan disiapkan tim teknis untuk memulai rencana itu.

“Tapi belum diplot mulainya tahun berapa,” ujar Amsakar.

Namun ia berharap, sebelum merealisasikan rencana tersebut, idealnya Batam dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). Nantinya, kendalinya bukan di Pemko Batam tapi BP Batam.

“Bandara tidak dibawah Pemko, pelabuhan dan kawasan industrial kabil. Tapi kita siap mendukung,” pungkas Amsakar. (she)

Respon Anda?

komentar