BP Batam Fokus Reformasi Tata Kelola Lahan hingga Perizinan

751
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan perbaikan sistem pelayanan. Setidaknya ada tiga sektor yang menjadi fokus reformasi instistusi di bawah kepemimpinan Hatanto Reksodipoetro ini.

“Pertama, bagaimana aplikasi permohonan lahan, kedua program Izin Investasi 3 Jam (i23j). Ketiga, reformasi unit pelabuhan laut dan bandara. Kemudian arah perkembangan kebijakan BP Batam kedepan, dan program peningkatan akuntabilitas laporan keuangan BP Batam,” jelas Wakil Kepala BP Batam, Agus T Wirakusumah, Selasa (27/9/2016).

Agus kemudian melanjutkan hari bakti ke-45 BP Batam pada Oktober mendatang dapat menjadi momentum perubahan untuk mengejar ketertinggalan oleh negara tetangga bahkan kawasan khusus sejenisnya di Asia Pasifik.

Sedangkan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro mengatakan fokus BP Batam adalah mengupayakan reformasi dimulai dari lahan, bandara, pelabuhan, dan izin usaha.

“BP Batam harus menciptakan relevansi atau keterkaitan dengan bagaimana fokus industri Batam kedepan, penyelesaian masalah lahan, dan dukungna serta keterbukaan dari SDM BP Batam dalam mencapai visi dan misi,” jelasnya.

Saat ini, Batam memiliki infrastruktur bertaraf internasional seperti Bandara Internasional Hang Nadim, tiga pelabuhan laut utama yakni Sekupang, Batuampar, dan Kabil, lima terminal feri, sistem jaringan jalan dan jembatan dengan panjang 438,4 Km, ketersediaan energi listrik oleh PLN sebesar 508,2 MW, ketersediaan air bersih dan pipa gas, dan lainnya. Dari hasil pencapaian tersebut menurutnya masih dibutuhkan reposisi arah pengembangan Batam.

Dengan infrastruktur yang melimpah tersebut, BP Batam sudah seharusnya dapat memaksimalkan potensinya.

Untuk itu, BP Batam dapat mengkalkulasikan berapa jumlah ideal untuk pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), bagaimana penerapan wisata bahari, berapa besar nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan bagaimana langkah strategis dalam memperbaiki kinerja return on asset khususnya aset yang ditangani sendiri oleh BP Batam seperti rusun, gedung beringin, lapangan sepak bola adul jamal, asrama haji, wisata pulau galang, gedung beringin, agribisnis, kawasan wisata galang, dan lainnya. (leo/bp)

Respon Anda?

komentar