Demi Turunkan AKI, Dinkes Jalin Kerjasama dengan Dukun Beranak

338
Pesona Indonesia
aborsi-head
ilustrasi f.bombastis

batampos.co.id – Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih terbilang tinggi di dunia.

Berbagai upaya untuk menekan jumlah angka kematian ibu (AKI) telah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya, angka kematian anak (AKA) di Kabupaten Probolinggo cukup tinggi.

Hingga awal September tahun ini, jumlah AKA mencapai 140 anak, sedangkan AKI 14 ibu.

Upaya itu termasuk, menggandeng bidan dan dukun persalinan. Namun, jumlah AKA-AKI tahun ini memang masih jauh lebih sedikit daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo Shodiq Tjahjono menyatakan, berdasar data pihaknya, selama 2013 ditemukan 12 kasus AKI dan 201 kasus AKA.

Angka tersebut meningkat pada 2014. Saat itu, tercatat 24 kasus AKI dan 218 kasus AKA. Tahun lalu, angka itu kembali meningkat. Ada 25 kasus AKA dan 235 kasus AKI.

”AKI dan AKA di Kabupaten Probolinggo memang cukup tinggi. Hingga awal September 2016, jumlah AKI mencapai 14 kasus, sedangkan AKB 140 kasus,” jelasnya.

Shodiq menjelaskan, banyak penyebab tingginya jumlah AKI-AKA di Kabupaten Probolinggo.

Di antaranya, rendahnya kemampuan dan keterampilan tenaga penolong persalinan, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda penyakit ibu hamil, terlambatnya membawa ibu, bayi, dan balita yang sakit ke fasilitas kesehatan, serta rendahnya asupan gizi untuk ibu hamil.

Selain itu, tingginya AKA-AKI dipicu masih adanya sebagian masyarakat yang bergantung dan percaya pada dukun untuk membantu persalinan.

”Masih banyaknya masyarakat yang lebih percaya dukun juga menjadi penyebab,” kata Shodiq.

Hal tersebut terjadi karena dukun memberikan pelayanan yang lebih lengkap daripada petugas kesehatan.

Misalnya, memandikan bayi, memijat ibu hingga masa nifas, mencuci pakaian, membuatkan jamu, dan memandu upacara ritual kelahiran bayi.

Karena itu, pihaknya akan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan bidan dan dukun bayi.

Diharapkan, ibu hamil yang bersalin di dukun bisa beralih ke bidan sehingga jumlah kematian ibu dan bayi bisa turun karena persalinan ditangani tenaga yang berkompeten.

”Kami akan menjalin kemitraan saling menguntungkan dengan dukun dan bidan sehingga AKI-AKA bisa turun,” ujarnya tanpa menjelaskan jenis atau pola kemitraan itu. (flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar