Dua Warga Meninggal Tertimbun Longsor di Simeulue Barat

591
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dua dari empat warga Desa Layabaung, Kecamatan Simeulue Barat meninggal tertimbun longsor. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 WIB, Senin (26/9).

Korban meninggal tertimbun tanah dan batu dengan berat sekitar 30 kubik. Para korban meninggal yakni Sakri S (46) dan Ikram (5). Sementara korban selamat dalam peristiwa itu, Afrinuddin (45) dan Asiani (17).

“Dua korban longsoran telah meninggal dunia, setelah berjam-jam dilakukan proses evakuasi, dan jasad keduanya satu pria dewasa dan satu lagi masih anak-anak, telah dibawa ke rumah duka, untuk dikebumikan,” Kepala Pelaksana Harian Kantor BPBD Simeulue, Ikhsan Mikaris seperti diberitakan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) hari ini (28/9).

Ia juga menyebutkan, sempat terjadi kendala proses penggalian dan evakuasi. Masyarakat, personil BPBD, TNI, Polisi serta SAR terpaksa melakukan secara manual. Hal itu terpaksa dilakukan akibat kesulitan membawa alat berat ke lokasi kejadian.

“Alhmadulillah, jasad kedua korban berhasil dievakuasi, secara manual, karena tidak ada kenderaan untuk mengangkut alat berat,” imbuhnya.

Keempat warga Layabaung itu, diketahui sedang menggali material tanah dan batu atau sering disebut Kuari, lereng gunung itu kemudian dijual untuk kebutuhan penimbunan proyek maupun untuk bahan bangunan.

Hingga kemarin, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait insiden yang terjadi sekitar 73 kilometer dari Sinabang, ibukota Kabupaten Simeulue itu.

“Masih dalam proses pengembangan dan penyelidikan, terkait kehilangan nyawa dua warga, kita belum tau apakah faktor kelalaian atau kesengajaan,” kata Kapolres Simeulue, AKBP AKBP Satya Yudha Prakasa, melalui Kasatreskrim Ipda Irwansyah. (jpg)

Respon Anda?

komentar