Kajati Kaget Dengar Ada Tahanan Berhubungan Badan dalam Sel

485
Pesona Indonesia
Kajati Kepri, Andar Perdana Widiastono (baju putih). foto:rpg
Kajati Kepri, Andar Perdana Widiastono (baju putih). foto:rpg

batampos.co.id – Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono, sempat terkejut mendapati informasi adanya salah seorang tahanan yang melakukan hubungan badan di dalam sel tahanan sementara Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Ia pun tidak percaya jika tahanan tersebut melakukan hubungan badan di dalam sel itu dan pergoki langsung oleh hakim PN Tanjungpinang.

“Saya tadi minta keterangan dari Jaksa yang pada saat itu berada di sana (PN Tanjungpinan). Bukan hakim yang memergoki, tapi hakim itu dipanggil sama orang yang berada di dekat sel tahanan,” kata Andar.

Dilanjutkan Andar, saat diberitahu oleh seorang yang berada di sana, hakim itu pun melihat langsung ke sel tersebut. Memang ditemui adanya seorang wanita yang memang istri dari terdakwa yang terjerat kasus narkoba didalam sel tersebut.

“Jaksa dari Kejari Tanjungpinang yang juga ada di sana pun melihat. Terdakwa dan istrinya tidak ada yang telanjang. Mereka memakai pakaian lengkap. Jadi mereka tidak ada berhubungan badan di dalam sel itu,” ucap Andar.

Disebutkan Andar, bisa adanya istri dari terdakwa didalam sel tersebut memang mendapat izin dari pegawai Kejari Tanjungpinang. Karena istrinya terdakwa itu membawa makanan dan hendak menyantap di dalam sel itu bersama suaminya.

“Itu penjelasan dari pegawai pengawal tahanan. Istrinya minta izin masuk kedalam biar mereka bisa makan berdua. Itu pun diizinkan karena sambil menunggu mobil yang membawa tahanan kembali jemput yang bersangkutan di situ,” sebut Andar.

Meski begitu, terang Andar, dirinya akan meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pegawai Kejari Tanjungpinang yang melakukan pengawalan terhadap tahanan tersebut.

“Saya minta Aswas untuk periksa itu. Apakah itu oknum pegawai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) atau tidak. Kalau memang melanggar akan berikan tindakan tegas,” pungkas Andar. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar