Optimalkan DAK untuk Membangun Daerah dari Pinggiran

551
Pesona Indonesia
Reni Yusneli
Reni Yusneli

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Reni Yusneli mengatakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang didapat harus dioptimalkan untuk percepatan pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi rencana DAK yang diselenggaraakan oleh Kementerian Keuangan di Aula Kantor Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/9).

“Program yang tertuang dalam DAK telah termuat dalam agenda nawacita ke-3. Yakni membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” ujar Reni Yusneli.

Lebih lanjut, perempuan yang masih aktif sebagai Asisten I Pemprov Kepri tersebut mengatakan Pemerintah Pusat saat ini fokus terhadap tiga dimensi pembangunan terkait pengalokasian DAK fisik untuk tahun 2017 mendatang. Yaitu dimensi pembangunan manusia, dimensi sektor unggulan dan dimensi pemerataan dan kewilayahan.

“Jumlah DAK yang diterima Provinsi Kepri dari tahun 2014 hingga 2016, yang secara keseluruhan mengalami kenaikan yang signifikan,” papar Reni Yusneli.

Sementara itu anggota DPD Provinsi Kepri Abdul Gafar Usman dalam sambutannya berharap acara rakor ini akan memperoleh kesepakatan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri masalah juklak dan juknis. Sehingga muncul harmonisasi di bidang keuangan dan dapat membawa manfaat yang besar bagi pembangunan dan kesejahteraan di Provinsi Kepri maupun Provinsi yang lain.

Acara rapat koordinasi yang direncanakan berlangsung selama 2 hari (27-28 September) dihadiri oleh anggota DPD Prov. Kepri Abdul Gafar Usman dan Haripinto Tanuwidjaya, Kepala Biro (Karo) Pembangunan Provinsi Kepri, Sardison, Subdit DAK Ervan serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari Kabupaten/Kota.

Sebelumnya, Karo Pembangunan Kepri, Sardison mengatakan, lewat APBN 2016, Kepri mendapatkan DAK sebear 1,6 triliun. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 950 miliar adalah untuk kegiatan fisik. Jika dikalkulasikan dari jumlah DAK pusat yang nilainya hampir Rp 200 triliun tersebut hanya 0,8 persen saja.(jpg/bpos)

“Meskipun tahun ini juga mencakup 10 bidang, tetapi hanya ada 19 sub bidang. Untuk mendapatkan DAK lebih besar, syarat utamanya adalah kita harus optimalkan DAK yang ada dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan daerah,” tutup Sardison.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar