Pak Walikota Batam, Aktivitas Truk Pengakut Tanah Sisakan Masalah

686
Pesona Indonesia
foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Aktivitas truk pengangkut tanah dan kendaraan bermuatan berat menyisakan masalah. Selain berdebu, jalan yang dilintasi juga rusak.

Misalnya, di Jalan Raja Ali Fisabilillah Batamcenter (simpang Regata-Simpang Gelael) terdapat tiga titik kerusakan jalan akibat dilintasi truk pengangkut tanah. Dua diantaranya  ada di depan komplek Ruko Mahkota Raya, sementara satu titik terparah terjadi di depan Komplek Ruko Anugrah atau dekat simpang Regata, terdapat dua lubang besar dengan serta belasan lubang kecil namun padat menghiasi jalan yang belum genap setahun diperbaiki ini.

Sementara itu di jalan Yos Sudarso jalur Batamcenter-Batuampar tepatnya di Seraya Atas, terdapat satu titik jalan bergelombang.

Sepertinya truk pengangkut tanah belum berhenti memberikan sumbangsih, pada Selasa (27/9), belasan truk pengangkut tanah lalu lalang. Tanah itu sejatinya diambil dari daerah Kabil Nongsa untuk keperluan penimbunan di sekitar Ocarina Batamcenter.

Aktivitas pengangkutan tanah tersebut juga membuat  jalan  rusak. Diantaranya aspal Jalan Raja Ali Haji yang baru saja ditambal rusak kembali, terdapat dua titik kerusakan di jalan tersebut.

Tak hanya itu, satu titik keretakan terjadi di ruas Jalan Laksamana Bintan, terlihat kerikil berserakan. Hal serupa juga terjadi di ruas jalan depan Komplek Ruko Taman Lakota Batamcenter, terdapat satu titik keretakan jalan di lokasi ini.

“Kalau dilewati (truk pengangkut tanah) begini terus, makin parah lah,” kata warga Batamcenter, Arifin.

Tidak hanya jalan rusak, aktivitas truk-truk tersebut juga menyisakan tumpahan tanah, alhasil jalan pun berdebu, jika hujan akan licin, hal ini terjadi di ruas jalan Ahmad Yani dan Jalan Engku Putri yang juga menjadi lintasan truk-truk tersebut.

Sementara itu pengendara yang melintasi jalan Laksamana Bintan mengaku risih dengan aktivitas pengangkutan tanah itu, pasalnya jalan Laksamana Bintan, Jalan Raja Ali Haji serta ruas jalan depan Komplek Ruko Lakota merupakan jalan satu jalur.

“Jadi sempit, apalagi larinya agak kencang,” tutur pengendara, Putra. (cr13)

Respon Anda?

komentar