Pamerkan Budaya Melayu Kepri di Ajang Festival Payung Indonesia 2016 Solo

1835
Pesona Indonesia
Sanggar Sri Gemala Laksamana dari IPMKR Surakarta pada helatan Festival Payung Indonesia (FPI) 2016 di Solo, Minggu (25/9) lalu. foto:istimewa
Sanggar Sri Gemala Laksamana dari IPMKR Surakarta pada helatan Festival Payung Indonesia (FPI) 2016 di Solo, Minggu (25/9) lalu. foto:istimewa

batampos.co.id – Mahasiswa Kepulauan Riau yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau (IPMKR) Surakarta ikut berpartisipasi mengenalkan budaya Melayu dalam berbagai kesempatan yang ada. Melalui Sanggar Sri Gemala Laksamana, mereka menampilkan kebolehan dan keelokan tari Lenggang Dare Siti Payung pada helatan Festival Payung Indonesia (FPI) 2016 di Solo, Minggu (25/9) lalu.

Amrizal selaku koordinator rombongan IPMKR Surakarta dalama acara ini mengungkapkan, tari Lenggang Dare Siti Payung merupakan tari kreasi Melayu garapan teman-temannya. Bahkan secara khusus Fivi Kurniawati, Nur Diniyah Indra, Ziane Ramadhaningrum, Fentynia Madani, Vionella Moutika Putri, dan Ramadhona Jayanti sudah berlatih sejak jauh-jauh hari.

“Teman-teman kami di sini tidak pernah lupa untuk tetap menampilkan kebudayaan Melayu Kepri agar semakin dikenal banyak orang,” ujar Amrizal, melalui sambungan telepon kepada koran Batam Pos.

Lebih lanjut Amrizal menuturkan, bukan kali ini saja anak-anak IPMKR Surakarta mengenalkan kebudayaan Melayu. Pada banyak kegiatan budaya yang ada di sana, mereka tetap mengusahakan melibatkan diri. Harapannya sederhana.

“Kami ingin Kepri dengan segala potensi kebudayaan dan pariwisatanya bisa semakin dikenal luas,” ungkapnya.

Sebuah usaha yang patut diacungi jempol. Anak-anak IPMKR Surakarta tidak melewatkan berpartisipasi di FPI mengingat acara ini merupakan festival yang menyedot animo tinggi warga Solo dan sekitarnya. Amrizal mengatakan, tidak sedikit orang yang bertanya tentang Kepri.

“Di sini kami rasa tempat terbaik untuk mempromosikan kebudayaan Kepri,” ujarnya.

Akhir Oktober mendatang, sambung dia, IPMKR Surakarta juga sudah berencana akan ikut terlibat dalam pelbagai kegiatan bertaraf internasional yang ada di Solo. Amrizal mengharapkan Pemerintah Provinsi Kepri dapat menyokong niatan mengenalkan kebudayaan Kepri ini ke masyarakat luas.

“Ya bagaimana pun, kami masih banyak kekuraangan seperti baju tari dan alat musik,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar