Pemko Batam Minta Aset BP Batam Tapi Tak Serius, Ini Buktinya

2115
Pesona Indonesia
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa

batampos.co.id -Pemerontah Kota Batam selalu berkoar kalau sejumlah aset Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dimintanya tak direspon BP Batam. Padahal, paling tidak ada enam aset BP Batam yang sudah disetujui dialihkan ke Pemko Batam, namun kini Pemko Batam sendiri yang tak serius.

Buktinya, hingga saat ini Pemko Batam belum membentuk tim pengalihan aset, padahal tim itu dibutuhkan untuk mengalihkan aset-aset BP yang diminta Pemko Batam.

“Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro sudah setuju. Sekarang karena Pemko Batam yang meminta, mereka harus membentuk tim pengalihan aset. Kami siap membantu jika diminta,” ungkap Kasubdit Humas BP Batam, Ferdiana Sumiartoni, Selasa (27/9/2016) di kantornya.

Menurutnya, hanya dengan pernyataan dari Kepala BP Batam saja tidak cukup untuk menjadi pedoman. Karena harus ada langkah nyata dari Pemko Batam untuk menyeriusi hal ini.

“Hanya sekadar pernyataan saja tak berlaku, harus diikuti dengan proses,” imbuhnya.

Tim pengalihan aset ini akan menginventaris nilai aset yang akan dialihkan kepemilikannya dan mengurus proses administrasinya. Setelah prosesnya selesai, maka bisa melayangkan surat permohonan pengalihan aset kepada Kementerian Keuangan untuk meminta persetujuannya, baru aset-aset tersebut resmi menjadi milik Pemko Batam.

Ada enam aset yang akan dialihkan yakni TPA Telaga Punggur, Masjid Agung Batamcentre, Masjid Baiturrahman Sekupang, Pasar Induk Jodoh, Kantor Walikota Batam, dan Kantor DPRD Batam.

Persetujuan dari BP Batam sebenarnya sudah keluar sejak rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pada 2 Juni lalu. BP Batam setuju untuk menghibahkan enam aset penting tersebut kepada Pemko Batam.

Karena tak kunjung diurus, sejumlah aset saat ini berada dalam kondisi yang menyedihkan, contohnya Pasar Induk Jodoh. Kondisinya sangat memprihatinkan, tidak tertata rapi, dan kotor. (leo)

Respon Anda?

komentar