Sembunyikan Sabu Dalam Perut, WN Malaysia Masih Sakau saat Ditangkap

732
Pesona Indonesia
Petugas BC sedang menggiring SL, M Farid, M Ismail dan Nawawi yang terlibat dengan narkotika. foto:sandi/batampos
Petugas BC sedang menggiring SL, M Farid, M Ismail dan Nawawi yang terlibat dengan narkotika. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B yang bertugas di Pelabuhan Internasional Karimun menangkap dua orang warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang baru tiba dari Malaysia pada Senin (27/9).

”Sebagaimana yang kita ketahui bahwa narkoba merupakan salah kejahatan luar biasa di Indonesia. Untuk itu, BC bersama aparat penegak hukum lainnya bersinergi dan bekerja sama dalam memberikan informasi untuk mengantisipasi masuknya berbagai jenis narkotika dari luar ke wilayah hukum Indonesia, khususnya Karimun,” ujar Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Farjiya kepada Batam Pos, Selasa (28/9).

Sementara itu, Kepala KPPBC TMP B, Benhard Sibarani secara terpisah menyebutkan, sebenarnya ada empat orang yang diamankan oleh Custom Narcotics Team (CNT) yang bekerja sama Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun. ”Penangkapan pertama dilakukan oleh kita di dalam areal pemeriksaan BC terhadap M Farid WNA Malsyaia dengan nomor paspor A3773664 yang baru datang menggunakan feri Ocean Indoma pukul 09.00 WIB,” paparnya.

Petugas CNT, katanya, melihat gerak-gerik M Farid mencurigakan. Diduga dalam kondisi sakau atau masih dalam pengaruh narkotika. Pada saat itu, petugas langsung mengamankan yang bersangkutan. Ketika dilakukan tes urine terbukti mengkonsumsi zat yang mengandung narkotika. Selanjutnya, tersangka mengaku ada membawa SS yang dibungkus bulat-bulat di dalam tubunnya sebanyak 3 paket.

”Akhirnya kita berhasil mengeliuarkan 3 paket dengan total beratnya 131,29 gram. Selanjutnya, dilakukan pengembangan dan ternyata tersangka datang tidak sendirian. Melainkan bersama Nawawi, warga Indonesia dengan nomor paspor B3076953. Kita bersama Satres Narkoba untuk melakukan penangkapan di Kecamatan Tebing. Dari tangan tersangka Nawawi ditemukan satu paket heroin sebesar 1,32 gram. Selanjutnya, dari keterangan Nawawi bahwa dia akan bertemu dengan seorang pria berinisial SL alias Ud. Akhirnya, Sl diamankan di Taman Mutiara Karimun. Untuk SL saat ini polisi sedang melakukan poemeriksaan intensif untuk mengetahui perannya sampai dimana dalam jaringan ini,” paparnya.

Pada hari yang sama, lanjut Benhard, CNT bersama dengan polisi berhasil menangkap M Ismail, warga Malaysia di dalam kamar salah satu hotel di Kapling yang juga baru tiba dari Malaysia pukul 11.00 WIB dengan barang bukti 0,24 gram heroin. Untuk diketahui, petugas yang sudah curiga di pelabuhan terlebih dulu mengikuti kemana tujuan tersangka. Setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak ada orang lain yang datang dan juga diduga informasi telah bocor, maka langsung dilakukan penangkapan di dalam kamar.

Tersangka M Farid yang masih dalam kondisi pengaruh narkotika kepada koran ini memberikan keterangan berbelit belit, khususnya tentang sudah berapa kali telah membawa narkotika dari Malaysia ke Karimun. Awalnya diakui baru dua kali dan kemudian berubah sudah sepuluh kali. ”Saya dapat uang dari membawa SS ini sebanyak 4 juta. Dan, memang sebelum berangkat terlebih dulu mengkonsumsi heroin,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar