Bandara Sipil Ranai Diresmikan 6 Oktober

991
Bandara Sipil Ranai. foto:aulia rahman/batampos
Bandara Sipil Ranai. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna, Wan siswandi mengatakan, Bandara Sipil Ranai direncanakan akan diresmikan 6 Oktober mendatang.

Peresmian disejalankan latihan puncak latihan Angkasa Yudha di Lanud Ranai. Presiden Joko Widodo akan meresmikan.

“Ya, bandara sipil direncanakan akan diresmikan lebih awal, oleh pak Jokowi, tanggal 6 Oktober bulan depan, kebetulan Presiden hadiri latihan puncak Angkasa Yudha di Natuna,” kata Siswandi, Rabu (28/9).

Persiapan peresmian bandara sipil ini, kata Siswandi, Direktur Bandara Ditjen Udara telah melakukan peninjauan persiapan peresmian. Bersama tim, mereka melakukan verifikasi administrasi.

Dikatakan Siswandi, verifikasi administrasi Bandara Sipil Ranai merupakan proses sebelum dihibahkan pemerintah daerah kepada ditjen udara, yang nantinya akan mengelola bandara berdasarkan kesepakatan antara pemerintah daerah, mabes TNI AU dan Kementerian Perhubungan.

“Bandara Sipil Ranai sudah selesai dibangun 100 persen, besok (hari ini,red) tim dari Ditjen Udara juga melakukan verifikasi fisik bandara,” kata Siswandi.

Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan Natuna, Sapta Nugraha, menambahkan, peresmian bandara sipil yang direncanakan pada 6 Oktober memang lebih awal dari rencana sebelumnya pada 12 Oktober.

“Kebetulan kemarin, Panglima menyerankan peresmian bandara sipil diresmikan saat puncak Angkasa Yudha. Pak Bupati menyurati presiden dan mendapat respon baik,” ujar Sapta Nugraha.

Peresmian yang disiapkan, kata Sapta, baru sebatas peresmian penggunaan gedung terminal bandara. Belum dioperasikan, karena proses hibah aset belum dilaksanakan secara resmi, meski DPRD sudah menyatakan setuju dalam panja hibah aset.

“Sekarang baru verifikasi administrasi, selanjutnya akan ada verifikasi teknis sebelum bandara sipil Ranai dioperasikan Ditjen udara. Harapan pak Bupati, bandara secepatnya dioperasikan, karena tiket pesawat bisa lebih murah,” ujar Sapta.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar