Bayi Lahir di RSUD Embung Fatimah Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran

450
Pesona Indonesia
Orangtua bayi saat menerima akta lahir bayinya di RSUD Embung Fatimah. Foto: Ist
Orangtua bayi saat menerima akta lahir bayinya di RSUD Embung Fatimah. Foto: Ist

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) Kota Batam meresmikan program pembuatan akta lahir dan Kartu Keluarga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Rabu (28/9).

“Setiap bayi yang lahir di RSUD akan langsung memiliki akta lahir dan masuk dalam KK baru, dan itu gratis,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) Kota Batam, Mardanis.

Untuk mempercepat proses pembuatan akta lahir, ibu hamil yang akan melahirkan terlebih dahulu menyiapkan nama anak mereka.

“Siapin nama dulu, jadi pas di RSUD bisa langsung diproses, intinya pulang dari rumah sakit anak sudah langsung punya akta.

Orangtua diminta untuk menyiapkan persyaratan seperti kartu tanda penduduk (KTP) orangtua, surat dari rumah sakit, dan kartu keluarga sebelumnya. Untuk data anak yang baru lahir diserahkan kepada rumah sakit, sedangkan teknis kependudukan dan percetakan menjadi tanggung jawab petugas disduk.

berdasarkan data dari rumah sakit setiap harinya ada 10 hingga 15 bayi yang lahir di RSUD. Untuk bulan ini saja sudah ada sekitar 60 akta lahir yang telah dicetak di RSUD.

Saat ini pelaksanaan pembuatan akta lahir baru dilaksanakan di RSUD dan Kelurahan Tibankampung, Sekupang. Kedepan dia berharap seluruh rumah sakit yang ada di Batam bisa menjalankan program yang sama.

“Pihak rumah sakit tinggal menyiapkan komputer saja, alat cetak dan pegawai dari kami,” ujarnya.

Selain itu meningkatnya pembuatan akta juga menjadikan salah satu syarat unruk menerapkan Kartu Identitas Anak (KIA) di Batam. Seperti diketahui sebelumnya Pemerintah Batam siap menjalankan KIA mulai tahun depan. Pemerintah menganggarkan lebih kurang Rp 200 juta untuk menyukseskan penerapan KIA pada APBD 2017.

Sementara itu Kepala Bidang Disduk-capil Kota Batam, Jamaris mengatakan program yang telah dimulai sejak bulan April ini diharapkan bisa memberikan kemudahan kepada orangtua dalam memperoleh akta lahir anak.

“Mereka tidak perlu ke kantor lagi untuk mendapatkan akta lahir,” kata dia

Dia menambahkan saat ini kebanyakan orangtua baru mengurus akta lahir ketika anak mulai masuk sekolah.

“Biasanya pengajuan mencapai 200 berkas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan berkas pengajuan, melalui program pembuatan akta di RSUD ini akan sangat membantu orangtua.
“Karena di Batam kebanyakan mereka pekerja,” tukas pria berkacamata ini. (cr17)

Respon Anda?

komentar