Disdukcapil Lingga Terus Gesa Percepatan Perekaman KTP-el

457
Pesona Indonesia

Rekam-E-KTP_Dalil-Harahap-640x427batampos.co.id – Setelah melakukan aksi jemput bola perekaman KTP-el ke sejumlah desa dan pulau, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga berhasil memperkecil jumlah warga yang belum melakukan perekaman KTP-el. Dari jumlah 74.266 warga wajib KTP, kini tersisa 4 ribu warga yang belum melakukan perekaman.

Untuk mensukseskan program percepatan perekaman KTP-el tersebut, Diadukcapil terus melakukan program jemput bola hingga target dari Kementerian Dalam Negeri yang memberikan kelonggaran hingga pertengahan 2017 tercapai.

“Hari ini (kemarin, red) kami melakukan perekaman di Desa Posek, Busung Panjang dan Suak Buaya,” kata Kepala Bidang Pendataan dan Pelaporan Disdukcapil Susi Yenti kepada koran Batam Pos, Rabu (28/9) pagi.

Susi menambahkan, proses perekaman KTP-el tersebut akan dipusatkan di Desa Suak Buaya. Sementara itu perekaman yang akan dilakukan selanjutnya di Desa Tanjungirat mencakup wilaya Desa Langkap bagi warga warga yang belum melakukan perekaman. Tim perekaman jemput bola ini terus akan berlanjut ke Pulau Medang.

Di tempat yang sama, Kepala Disdukcapil, Ayuzar memprediksikan, target seratus persen perekaman bagi warga wajib KTP-el di Kabupten Lingga belum dapat terpenuhi. Hal ini dikarenakan, adanya kendala seperti tidak adanya warga yang bersangkutan di daerahnya masing-masing karena satu-dua hal tertentu.

“Bisa saja orang bekerja di luar atau kuliah di daerah lain atau lansia, cacat, sudah meninggal dan belum melakukan perekaman,” kata Ayuzar.

Namun dia meminta kepada warga Kabupaten Lingga untuk lebih proaktif untuk melengkapi dan mengurus identitas kewarganegaraannya seperti KTP-el dan Kartu Keluarga. Jika ada tim jemput bola Disdukcapil mengunjungi daerah mereka, dia juga berharap agar warga melakukan perekaman.

Tercatat hingga saat ini, Disdukcapil telah melakukan perekaman hingga Agustus sebanyak 2.923 warga. Peningkatan jumlah perekaman ini juga termasuk dari program jemput bola yang dilakukan Disdukcapil. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar