Duh, Ada Paslon tak Bisa Ngaji, Ketahuan saat Dites Baca Alqur’an

1121
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Lima pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya periode 2017-2022, mengikuti tes baca Alqur’an di halaman Masjid Jamik Gampong Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue, Aceh, Rabu (28/9).

Dari lima paslon tersebut, satu calon Wakil Bupati (cawabup) Nagan Raya diduga tak bisa membaca Alqur’an. Hal itu diketahui setelah calon tersebut membawa teks bacaan Alqur’an sendiri yang tertulis dalam tulisan latin.

Sehingga warga yang menyaksikan hal tersebut menjadi pembincangan para pengunjung dan simpatisan kandidat lain.

Tes baca Alqur’an yang pertama pasangan H.M.Jamin Idham, SE – Khalidin SE (Jadin), kemudian Pasangan Drh. Muhammad Zahed-Samsul Bahri (Musa), yang ketiga pasangan Nurchalis, SP, MSi -Suyanto, SE (Cahaya), TR. Keumangan Sh, MH-H. Abu Hanifah Amin TRK-Abu), dan yang terahir pasangan Faisal Al Qubsi, ST-Mustafa Cut Ali, SE.

Panitia Tes baca Alqur’an, Abdul Kadir mengatakan, terkait salah satu Tes baca Bakal Calon Wakil Bupati Nagan Raya yang membawa teks sendiri akan menjadi perhatian mereka.

Kadir mengatakan, kegiatan tes baca Alqur’an, ini merupakan salah satu syarat maju dalam Pildaka serentak 2017. Ini tes baca Alqur’an, bukan membaca tulisan latin.

“Kita akan pelajari dulu bagaimana yang sebenarnya, apa bisa membawa teks sendiri atau tidak,” katanya seperti diberitakan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) hari ini (29/9).

Ketua KIP Nagan Raya, Muhamad Yasin mengatakan, semua pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya periode 2017-2022 hadir di acara tes uji baca Alqur’an. Terkait penilain baca Alqur’an ini natinya dewan juri yang menyampaikan.

“Secara aturan akan ada Alqur’an untuk dibaca,  ini kan tes baca Alqur’an, bukan tes membaca teks (yang tertulis dengan tulisan latin),” kata M.Yasin.

Calon Wakil Bupati Nagan Raya, H Abu Hanifah Amin dikonfirmasi Rakyat Aceh, mengatakan, saat mengikuti tes tersebut, dirinya tetap membaca surat Alqur’an dengan bahasa Arab, bukan membaca teks yang tertulis dengan tulisan latin.

“Itu bukan teks, tapi makhraj, kita mata sudah tidak terang untuk melihat huruf, maka pakai makhraj,” katanya. (jpg)

Respon Anda?

komentar