Investor China Lirik Investasi Infrastruktur di Kepri

714
Pesona Indonesia
Konsul Jenderal RRC di Medan Zhu Honghai menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat jumpa di Swiss Bel Hotel bersama pengusaha Amat Tantoso dan Hengki, Jodoh, Batuampar, Selasa (27/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Konsul Jenderal RRC di Medan Zhu Honghai menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat bertemu di Swiss Bel Hotel, Jodoh, Batuampar, Selasa (27/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepri mendapat perhatian serius dari investor asing khususnya dari Tiongkok. Para pengusaha atau investor asal Tiongkok cukup berminat untuk berinvestasi di Kepri.

Ini disampaikan oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan Zhu Honghai kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada acara peringatan hari kemerdekaan RRT yang ke 67 dan Asosiasi Pengusaha Asal Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) yang pertama di Swiss Bell, Harbourbay, Batuampar, Selasa (27/9) malam.

Dalam pertemuan tersebut Zhu meyakinkan gubernur bahwa keinginan pengusaha asal Tiongkok untuk berinvestasi di Kepri cukup tinggi. Investasi yang dimaksud bisa dalam bidang industri, pariwisata, perikanan, infrastruktur, kemaritiman dan lain sebagainya.”Indonesia dan China sudah lama menjalin kerja sama yang baik. Dan saya sampaikan bahwa pengusaha atau investor dari sana cukup berminat untuk investasi di Indonesia,” ujarnya.

Kepri diminati oleh pengusaha atau investor asal Tiongkok, sambung Zhu, karena selain memiliki potensi yang cukup bagus, letak geografis kedua negara itu cukup strategis dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. “Kalau untuk kerja sama dengan Kepri, tentu memiliki banyak kelebihan. Lokasi yang strategis memudahkan proses angkutan diantara dua negara ini dan ini investasi yang sangat menguntungkan,” kata Zhu.

Zhu menyebutkan, salah satu bidang investasi yang paling diminati oleh pengusaha asal negeri tirai bambu itu adalah infrastruktur. “Infrastruktur itu cukup bagus. Bisa untuk kerja sama untuk pembangunan jembatan, kelistrikan dan lain sebagainya,” katanya.

Ucapannya itu kata Zhu bukan isapan jempol semata sebab saat ini pengusaha atau investor asal Tiongkok juga sudah banyak yang berivestasi di Kepri dan salah satunya adalah ICBC. “Disini punya asosiasi pengusaha asal Tiongkok dan anggotanyan sudah cukup banyak. Ini menujukan selama ini memang sudah ada kerja sama yang baik,” katanya.
Sehingga kedepannya Zhu berharap agar pemerintah Indonesia dan Kepri khususnya lebih meningkatkan lagi rencana kerja sama yang saling menguntungkan itu baik dalam hal memberikan perizinan yang mudah serta jaminan keamanan kepada Investro asal Tiongkok.

Nurdin Basirun menyambut minat investor Tiongkok itu. Itu akan sejalan dengan program pemerintah untuk kembali membangkitkan perokonomian nasional dengan mendatangkan investor asing. “Kita akan dorong agar Kepri ini lebih baik lagi. Itu sangat baik dan Siapa saja silahkan datang untuk berinvestasi,” ujar orang nomor satu di Kepri itu.

Kepri sendiri kata Nurdin saat ini cukup siap dengan kehadiran investor baru. Kesiapan itu mencakupi semua bidang mulai dari prosedur administrasi investasi yang dipermudah ataupun sumber daya yang sudah cukup memadai. “Sudah sangat siap, kapanpun mereka datang kita layani dengan baik,” ujarnya.

Bidang investasi yang ditawarkan juga beragam mulai dari industri, pariwisaaram, perikanan ataupun infrastruktur. “Selain Industri ada pariwisata, perikanan dan infrastruktur. Semua berpontesi dan kita berharap agar mereka benar-benar mau (berinvestasi di Kepri),” ujarnya.

Untuk itu Nurdin juga berharap kepada segenap masyarakat di Kepri agar sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar investor yang sudah ada atauapun calon investor baru bisa nyaman berinvestasi di Kepri. “Kalau semuanya aman, kemudahan berinvestasi dijamin dengan baik, mereka (investor) akan nyaman dan tentunya ini baik buat kita semua,” pesan Nurdin.

Kegiatan peringatan hari kemerdekaan RRT yang ke 67 dan APTKI yang pertama itu juga dihadiri oleh pengusaha-pengusaha asal Tiongkok yang berinvestasi di Kepri. Total anggota APTKI yang ada saat ini sekitar 200 anggota. (eja/bpos)

Respon Anda?

komentar