Jessica Mengaku Menderita Selama di Penjara

558
Pesona Indonesia
Jessica Kumala Wongso / Dok. Jawa Pos
Jessica Kumala Wongso / Dok. Jawa Pos

batampos.co.id – Jessica Kumala Wongso, terdakwa kematian Wayan Mirna Salihin membeberkan bahwa dia mendapat perlakuan yang tidak manusiawi ketika berada di sel tahanan Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro. Meski begitu, dia mengaku tidak ada sama sekali menaruh rasa dendam kepada Polri.

Dengan sangat emosional, Jessica menceritakan penderitaannya di hadapan majelis hakim seraya menangis tersedu-sedu.

Bahkan, gadis keturunan Tionghoa ini mengatakan ia sempat stres ketika berada di sel tahanan. Ia menganggap perlakuan polisi yang ketika itu di bawah komando Kombes Krishna Murti terhadapnya tidak manusiawi.

“Pernah suatu malam, hujan besar. Banjir. Dan kecoa pada keluar semua, tapi saya tetap di situ. Saya stres, menderita, sangat tidak manusiawi saya empat bulan di situ. Dan saya diingatkan saat saya masuk (penjara) katanya nanti saya di-bully makanya saya takut sama tahanan lainnya,” ucapnya seraya meneteskan air mata.

Selain mengeluhkan kondisi sel tahanan, ia juga mengeluhkan kondisi kamar mandi di sel tahanan. Bahkan, ia menganggapnya kondisi kamar mandi itu tidak layak.

“Kamar mandi penuh dengan lumut. Saya tidur di situ, kamar mandi di sana, kalau saya mandi di situ orang lain bisa lihat. Ada polisi mau memfoto waktu saya tidur di situ, dan saya dikasih tahu orang lain beberapa hari sesudahnya,” ungkap Jessica.

Meski mengaku sedih, tetapi Jessica tidak dendam dengan perlakuan yang ia terima dari polisi.

“Tidak, saya malah mendoakan mereka. Terserah mereka mau ngapain, itu urusan mereka dengan yang di atas. Waktu itu terjadi saya sedih, setelah itu saya sudah terima, positif lagi, ya udah saya doain mereka,” ucap dia. (elf/jpg)

Respon Anda?

komentar