Kerusakan Jalan akibat Truk Reklamasi Makin Parah

497
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Maraknya aktivitas truk pengangkut tanah reklamasi kian meresahkan warga Batam. Warga kesal. Sebab selain mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan, lalu lalang truk-truk berukuran besar itu juga kerap merusak jalan.

Kerusakan jalan yang kian meluas bakal berimbas pada turunnya citra Batam di mata investor karena infrastruktur yang buruk.

Pantauan Koran Batam Pos (grup batampos.co.id), titik jalan rusak yang diduga akibat aktivitas truk tanah tersebut terus bertambah. Selain karena jumlah truk yang semakin banyak, aktivitas truk tersebut juga berlangsung pada siang hari. Sebelumnya, truk-truk tersebut hanya beroperasi di malam hari.

“Sekarang makin banyak truknya. Siang malam mereka ngangkut tanah,” kata Kamal, warga Perumahan Hang Tuah, Batamcenter, Rabu (28/9).

Menurut Kamal, aktivitas truk-truk tersebut sudah sangat mengganggu. Selain menyebabkan jalan rusak, debu dari tanah muatan truk tersebut juga kerap beterbangan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Sebab bak truk-truk tersebut sengaja dibiarkan tanpa penutup.

“Jalan banyak yang ambles dan bergelombang. Bahkan ada yang sampai berlubang,” kata Kamal lagi.

Menurut dia, aktivtas truk tanah tersebut kian mengkhawatirkan karena pengemudinya sering kebut-kebutan.

Padahal, biasanya truk-truk tersebut melintas secara berkelompok. Antara dua hingga tiga truk sekali melintas. Intensitasnya pun cukup padat. Setiap tiga atau empat menit mereka melintas.

“Sebagai pengguna jalan, saya merasa tidak nyaman dan tidak aman,” terang Kamal.

Jalan Raja Isa merupakan salah satu ruas jalan yang menjadi lintasan truk pengangkut tanah dari Kabil, Nongsa, menuju Batamcenter. Ruas jalan lain yang kerap dilintasi truk tanah ini antara lain Jalan Laksmana Bintan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, serta Jalan Pattimura.

Tak hanya warga, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mengaku gerah dengan aktivitas truk tanah yang sering merusak jalan raya. Untuk itu, Rudi meminta pengusaha pemilik truk tersebut bertanggung jawab.

“Saya minta pengusaha mengaspal kembali jalan. Aktivitas mereka (truk tanah, red) sudah membuat jalan rusak,” ujar Rudi di kantornya, Rabu (28/9).

Rudi mengaku turut merasakan dampak dari lalu lalang truk tanah tersebut. Misalnya ceceran tanah di jalanan. Sebab truk tanah tersebut tak ditutup pada bagian baknya. Sehingga saat musim panas, jalanan menjadi berdebu. Namun saat hujan turun, jalan menjadi licin.

“Saya sudah lihat, makanya saya minta mereka perbaiki jalan,” tekan Rudi.

Menurut dia, hal tersebut akan dibicarakan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kepala Dinas Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda). Rudi akan meminta kedua dinas ini untuk mengawasi kondisi jalan akibat lalu lalang truk pengangkut tanah tersebut.

“Saya akan panggil Pak Yu (Yumasnur, Kadis PU, red) dan Pak Dendi (Kepala Bapedalda, red) untuk hal ini,” ujarnya.

Menurut Rudi, pihaknya tidak bisa menindak tegas para pengemudi truk yang tidak menutup baknya. Sebab kata Rudi, hingga saat ini Pemko Batam belum memiliki aturan soal itu.

“Belum ada aturan, setahu saya dulu pernah ada, tapi untuk truk sampah dan itu dikeluarkan oleh Kapolres yang lama, sekitar 15 tahun lalu. Dan itu ada undang-undang lalu lintasnya,” jelas Rudi.

Meski begitu, ia berjanji akan mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga pengusaha yang menggunakan jalan untuk aktivitas truk tanah tidak semena-mena. (cr13/she/rng/leo)

Respon Anda?

komentar