Kronologi Kapal Patroli Bea Cukai Meledak yang Melukai 4 Petugas

707
Pesona Indonesia
Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo memberikan keterangan terkait meledaknya kapal patroli BC yang melukai empat anggotanya. Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo memberikan keterangan terkait meledaknya kapal patroli BC yang melukai empat anggotanya. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Bea Cukai Batam akhirnya menyampaikan kronologi meledaknya kapal patroli milik Bea Cukai dengan nomor lambung 15025, Rabu petang (28/9/2016) yang melukai empat orang petugas Bea Cukai.

Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo mengungkapkan kejadian ini bermula saat kapal patroli 15025 berangkat dari pangkalan sarana operasi Sekupang sekitar pukul 18.30 WIB.

“Sebelum berangkat, telah dilakukan pengecekan kondisi kapal, mulai dari mengisi BBM hingga safety jacket. Semua kondisinya baik dan laik jalan untuk menunjang kegiatan patroli,” ujarnyaa, Kamis (29/9/2016) di kantor BC, Batuampar.

Namun, dalam perjalanan menuju perairan Tanjung Sengkuang sekitar pukul 20.30 WIB, kapal patroli melaju dengan kecepatan rendah yang dikemudikan Muhammad Israni.

“Dalam kecepatan rendah itu, tiba-tiba terjadi ledakan di tangki bahan bakar yang berada di bawah ruang kemudi,” lanjutnya.

Akibat dari ledakan itu, tiga petugas bernama Ahmad Muamal Nasution, Imron Wahyudi, dan Andrie Sudirman yang saat itu berdiri di atas tangki bahan bakar terpental karena ledakan. Tapi ketiganya masih di dalam kapal.

Sementara itu, Muhammad Israni yang duduk diatas kursi kemudi tidak terpental karena posisi duduk di kursi dengan kaki yang agak tinggi dari lantai kapal.

“Melihat situasi dan kondisi yang ada, kemudian keempat ABK segera menyelamatkan diri dengan terjun ke laut dengan kondisi kapal yang sudah terbakar,” katanya.

Pada saat menyelamatkan diri, tiga orang ABK, Muhammad Israni, Ahmad Muamal Nasution, dan Andrie Sudirman melompat ke laut dari sisi kanan kapal.

Sementara, satu orang ABK bernama Imron Wahyudi melompat ke laut dari sisi yang lainnya.

“Setelah melompat ke laut, saudara Muhammad Israni melihat dengan jelas Ahmad Muamal Nasution dan Andrie Sudirman mengapung di dekatnya dengan kondisi terluka. Kemudian Israni mencari keberadaan Imron dengan memanggil-manggil namanya,” katanya lagi.

Melihat rekannya yang mengapung di dekatnya terluka, Israni memutuskan meminta bantuan nelayan dengan berenang ke arah kapal pompong nelayan.

“Setelah bertemu dengan nelayan pompong itu, kemudian mereka menuju ke lokasi Ahmad dan Andrie yang mengapung,” ujarnya.

Ketiga orang lalu diselamatkan nelayan itu ke tepian dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara, satu orang petugas Imron Wahyudi yang terpisah dari tiga orang rekan lainnya ditemukan di pantai Nongsa dan diselamatkan oleh warga.

Atas kejadian ini, pengemudi kapal, hanya  Muhammad Israni mengalami luka ringan, sedangkan Ahmad Muamal Nasution mengalami patah tulang kaki kanan dan luka bakar ringan di bagian punggung. Andrie Sudirman mengalami patah tulang engkel ke bawah dan luka bakar ringan.

Sementara, Imron Wahyudi yang diselamatkan oleh warga sekitar pantai Nongsa mengalami patah tulang kaki kanan, kaki kiri, patah tulang lengan kiri, memar dan luka bakar sedang.

“Seluruh awak kapal saat ini dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapat pengobatan dan perawatan insentif. Sementara, kapal patroli berhasil dipadamkan dan ditarik ke pantai Tanjung Sengkuang sekitar pukul 24.00 WIB,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk penyebab meledaknya kapal patroli ini, Nugroho belum bisa memastikan karena masih di lakukan penyelidikan. (eggi)

Respon Anda?

komentar