Merasa Terganggu, Pedagang di BMC Tolak Kehadiran Pedagang Rujak

648
Pesona Indonesia
Pedagang rujak di kawasan BMC. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
Pedagang rujak di kawasan BMC. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos

batampos.co.id – Kehadiran pedagang rujak korban penggusuran dari lokasi simpang rujak yang menempati lahan kosong di depan kawasan Batam Motor Center (BMC) terus ditolak oleh warga dan pedagang yang sudah lama menempati kawasan BMC tersebut.

Para pedangan di BMC merasa terganggu, sebab usaha mereka tertutup oleh lapak pedagang rujak tersebut. Warga menilai Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak bijak menyelesaikan persoalan para pedagang rujak itu.

“Ini sama saja mau membunuh kami yang sudah lama ada di sini pak. Bagaimana tidak gara-gara pedagang rujak itu usaha kami jadi tertutup dan sepi,” ujar Afrizal perwakilan pedagang di BMC.

Warga sendiri sudah melakukan upaya protes baik itu kepada pedagang rujak langsung ataupun ke Pemko Batam namun sampai saat ini pedagang rujak tersebut masih tetap bertahan di sana. “Nggak tahu harus gimana lagi,” ujar Afrizal.

Upaya penggusuran pedagang rujak itu dinilai Afrizal tidak menyelesaikan masalah sebab penempatan pedagang rujak dari lokasi penggusuran menimbulkan masalah baru bagi pedagang lainnya di kawasan BMC.

“Sudah sering kami ribut, tapi masih tahan-tahan selama ini. Pemerintah harus cepatlah selesaikan masalah ini agar tidak terjadi keributan nantinya,” ujar Arnold pedagang lainnya.

Sementara itu Arfandi salah seorang pedagang rujak di lokasi tersebut mengaku masih bertahan di sana karena memang belum ada lahan pasti yang ditunjukan pemerintah untuk mereka.

“Pemko sudah janji mau kasih lahan lain tapi belum ada sampai sekarang makanya kami tetap di sini saja dulu. Kalau kami tak boleh jualan di sini kemana lagi kami jualan ,” ujarnya.

Untuk itu baik pedagang yang di kawasan BMC dan sekitarnya ataupun para pedagang rujak berharap agar Pemko Batam secepatnya menentukan lokasi yang tepat untuk pedagang rujak tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMPK-UKM) Kota Batam, Pebrialin saat dikonfirmasi menuturkan persoalan itu akan diselesaikan secepatnya.

“Insha Allah dalam waktu dekat ini akan kami selesaikan. Mereka (pedagang rujak) akan direlokasikan ke tempat yang akan ditentukan,” kata Pebrialin, kemarin (28/9).

Saat ini Pemko Batam bersama tim terpadu kota Batam, kata Febrialin masih terus mencari lokasi yang tepat untuk para pedagang rujak tersebut. “Lahan (relokasi) sedang kami bicarakan. Kalau sudah ada akan langsung dipindahkan ke lokasi baru tersebut,” ujar Pebrialin.

Sebelumnya Kabag Humas Pemko Batam, Ardi Winata juga menyampaikan hal yang sama. Keberadaan pedagang rujak di lokasi yang diprotes itu sifatnya hanya sementara. “Itu hanya sementara. Jadi kami mohon pengertiannya. Kami lagi carikan lokasi yang tepat untuk mereka (pedagang rujak) tapi memang belum dapat yang cocok,” ujar Ardi Winata belum lama ini.

Bagaimanapun kata Ardi, keberadaan para pedagang rujak itu tetap akan dipertahankan sebagai salah satu bagian dari ikon tujuan wisata kuliner di kota Batam. “Mereka akan tetap dipertahankan, cuma memang sekarang belum ada tempat penggantinya jadi sementara di sana dulu sampai kami dapat tempat baru mereka,” ujar Ardi. (eja)

Respon Anda?

komentar