MKD Akhirnya Pulihkan Nama Baik Setya Novanto, Bakal Pimpin DPR RI Lagi

696
Pesona Indonesia
Ketum DPP Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (30/5/2016). Foto: Ricardo/JPNN.com
Ketum DPP Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (30/5/2016). Foto: Ricardo/JPNN.com

batampos.co.id– Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto yang sempat diduga melanggar kode etik dalan kasus ‘Papa Minta Saham’ akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya Pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI telah memulihkan nama baiknya dalam kasus tersebut.

Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, keputusan itu didasari adanya surat dari Novanto yang melampirkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 20 Tahun 2016. Putusan MK itu menyatakan alat bukti rekaman dianggap tidak sah dan tidak mengikat secara hukum.

Novanto beralasan persidangan dengan bukti rekaman sebagaimana yang telah dipakai oleh MKD dalam menyidangkan kasus ‘Papa Minta Saham’ tersebut beberapa waktu lalu itu telah merendahkan harkat dan martabat serta nama baik.

”Sudah diputuskan dalam rapat pleno kemarin, bahwa kami mengabulkan permohonan Setya Novanto untuk pengajuan kembali terhadap proses persidangan (Papa Minta Saham). Sehingga MKD memulihkan harkat dan martabatnya,” kata pria yang akrab disapa Dasco ini di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Dasco pun menegaskan bahwa keputusan rapat pleno hanya seputar untuk peninjauan kembali atas kasus papa minta saham, sehingga nama baik  Setya Novanto dipulihkan. Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan bahwa Setya Novanto tidak meminta untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPR RI.

”Dalam permohonannya itu, Setya Novanto hanya meminta meninjau kembali proses perkara untuk dipulihkan nama baik harkat dan martabatnya saja. Dan dia tidak meminta untuk di minta direhabilitasi untuk kedudukannya jadi ketua DPR,” ungkapnya.

Selain karena tidak meminta, ucap Dasco, MKD juga tidak bisa mengembalikan jabatannya sebagai ketua DPR, dikarenakan MKD tidak pernah mengeluarkan putusan hukum.

”Jadi jika ada yang bilang MKD agar mengembalikan posisi sebagai ketua DPR itu salah. Karena yang bersangkutan juga tidak pernah dihukum oleh MKD untuk mundur dari jabatannya itu. Tetapi dia sendiri yang ingin mundur dari posisinya sebagai ketua DPR,” tegasnya.

Permintaan agar MKD  turut memberikan rekomendasi agar Setya Novanto dikembalikan posisinya sebagai Ketua DPR diucapkan oleh politisi Golkar Ridwan Bae.

”Bahkan MKD sebagai wujud pemulihan nama baik Pak Setnov (Setya Novanto), maka MKD wajib meminta kepada Partai Golkar agar Pak Setnov kembali diusulkan Partai Golkar untuk menjadi Ketua DPR RI,” tutur Anggota Komisi V DPR ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, MKD setengah hati memulihkan nama baik Setnov jika tidak mengusulkan itu ke Partai Golkar.

”Kalau tidak mau berarti MKD setengah-setengah mengembalikan Pak Setnov. Karena korbannya itu kan Pak Setnov sehingga dia ingin mundur,” ungkapnya.

Dirinya pun mengklaim, pihaknya sudah sering mengingatkan bahwa bukti rekaman yang dilaporkan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said tidak memiliki legal standing.

Sementara, Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan dirinya mengaku belum menerima surat dari MKD yang merekomendasikan Setya Novanto untuk dipulihkan namanya dan kembali jadi Ketua DPR.

”Saya belum bisa komentari apapun karena belum lihat suratnya dan suratnya belum diterima pimpinan DPR,” kata Ade.

Politikus asal Purwakarta ini pun enggan menjelaskan apapun dan lebih memilih menunggu ada surat resmi dari MKD yang lalu akan diproses.

”Sekali lagi saya tidak mau berandai-andai sebelum suratnya sampai, tidak mau berkomentar sebelum suratnya sampai, sebelum saya melakukan rapat pimpinan, rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi. Yang pasti kalau suratnya sampai kita akan proses sesuai peraturan yang berlaku, yang berjalan seperti selama ini,” sambung Ade. (dil/jpgrup)

Respon Anda?

komentar