Negara Non Muslim Banyak Lirik Halal Food, Indonesia Harus Bisa Rebut Pasar

543
Pesona Indonesia

halalfood-1-webbatampos.co.id – Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim harus menjadi pelopor produk halal internasional. Sebab, produk halal tidak hanya dilirik negara muslim, tapi juga negara nonmuslim.

Untuk menggaungkan produk halal di Indonesia, Halal Lifestyle Centre akan menyelenggarakan Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 di Ciputra Artpreneur, pada 6-8 Oktober 2016.

Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah.

Sekjen Kementerian Perindustrian, Syarif Hidayat mengatakan, Indonesia memiliki penduduk muslim mayoritas yang jumlahnya sekitar 200 juta jiwa. Karena itu, Indonesia harus percaya diri bisa unggul dalam mengembangkan industri halal.

“Halal itu sehat, kita tanamkan agar masyarakat kita menggunakan produk halal,” kata Syarif dalam jumpa pers mewakili Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016).

Syarif mengatakan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memperhatikan kebijakan penyediaan produk-produk halal.

“Di negara lain, baik yang bukan mayoritas muslim sudah memperkenalkan konsep produk halal seperti Amerika Serikat (AS),” kata Syarif.

Beberapa sektor yang memiliki potensi merebut pasar internasional dari sektor fashion.

“Sudah muncul fashion muslim di negara Prancis, German dan Inggris. Indonesia harusnya bisa menjadi pelopor,” tandasnya.

Sementara Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan, sejumlah negara tak hanya yang mayoritas penduduknya adalah muslim saling berlomba menarik devisa dengan menawarkan pariwisata halal.

Dikatakannya, parawisata yang ramah untuk kalangan muslim, mulai dari menyediakan makanan halal, hingga fasilitas menjalankan ibadah sehari-hari.

Saat ini beberapa negara di dunia masing-masing telah punya aktivitas terkait industri halal yang diselenggarakan setiap tahun.

“Dengan acara ini diharapkan Indonesia akan menjadi salah satu negara yang tercatat jadi penyelenggara Halal Expo & Conference tahun 2017, 2018, semoga kita sudah masuk agenda global untuk bulan Oktober,” imbunya.

Lewat acara yang dihelat selama tiga hari itu, IIHLEC mencoba mengisi kesenjangan di bidang pengembangan bisnis halal dengan menampilkan Expo shocase produk halal konferensi untuk membahas tren global dan kesempatan bisnis.

Secara keseluruhan Expo, sambung Sapta, mencakup 10 sektor yang menjadi bagian dari gaya hidup halal yakni, makanan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, media, layanan kesehatan, seni dan budaya.

IIHLEC 2016 kata Sapta akan diisi berbagai penampilan di bidang fashion, seni dan budaya. Untuk fashion ada banyak perancang nasional, selain Dian Pelangi, ada desainer Deden Siswanto, El Hijab, Irma Mutiara, L Tru yang akan menampilkan kreasi desainnya.

Selain itu, ada pemutaran film Kalam-Kalam Langit yang dibuat berdasarkan novel karya Pipiet Senja dan disutradarai Tarmizi Avka.

“Acara akan berlangsung mulai pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB. Acara ini ditargetkan dihadiri 9.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri,” kata Sapta.

Dalam jumpa pers tersebut hadir juga desainer kondang, Dian Pelangi, Direktur Pemasaran Wardah, Salman Subakat, Produser Film ‘Kalam-Kalam Langit’, Dhoni Ramadhan dan Anggota DPR RI Komisi V dari PPP, Epyardi Asda.(pojoksatu)

Respon Anda?

komentar