Tak Bayar Utang Rp600 Ribu, Bayi Disandera

460
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pasangan suami istri Agus (27) dan Lidiana Firma (25) yang menetap di Jalan Manunggal, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, kehilangan bayinya yang baru berusia satu tahun.

Buah hati mereka itu disandera dua pemuda berinisial AR dan CL. Belakangan diketahui, aksi penculikan dan penyanderaan itu berlatar utang piutang. Agus memiliki utang Rp600 ribu dan belum dibayar. Sebagai jaminan, pelaku menyandera bayi korban.

Agus dan Lidiana pun melapor ke Polsek Tamalate, Rabu (28/9) sekitar pukul 15.30 Wita. Mereka menceritakan, kedua pelaku datang menagih utang Rp600 ribu yang belum dibayar. Namun korban belum bisa melunasi utang.

“Sebelumnya saya tidak mengetahui jika pelaku ingin memperlakukan kami seperti ini. Suami saya berhutang kepada pelaku. Kemungkinannya karena suami saya belum bisa membayar, sehingga mereka menculik bayi saya. Pelaku datang dan lalu menutup mulut anak saya. Keduanya kemudian membawa anak saya dengan berboncengan motor,” kata Lidiana seperti dikutip dari Berita Kota Makassar.

Ibu dua anak ini mengaku tak bisa berbuat banyak. “Mereka membentak saya lalu mengancamku dengan kayu,” imbuhnya.

Tak lama kemudian, Agus pulang. Lidiana menyampaikan ke suaminya kalau anak mereka dibawa kabur oleh pelaku. Tanpa menunggu lama, kedua korban mendatangi rumah pelaku di Jalan Batua Raya.

Namun saat tiba di lokasi itu, pelaku menagih Agus. Bahkan, pelaku memukul Agus dengan helm.
“Kedatangan saya untuk bayi saya. Namun malah menagih saya. Dia juga memukuliku dengan helm,” kata Agus.

Agus dan istrinya, akhirnya sepakat untuk melapor ke Mapolsek Tamalate. Aparat Polsek Tamalate yang menerima laporan, mengamankan kedua pelaku. Saat itu, bayi korban dititip pelaku di rumah rekannya di Kabupaten Gowa.

‎Kapolsek Tamalate, Kompol Amrin membenarkan kejadian itu. “Masih dalam proses pemeriksaan. Kedua pelaku di jerat UU Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” singkat kapolsek. (ishak mappelawa/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar