Transportasi Laut di Anambas Tidak Dilengkapi Life Jacket

442
Pesona Indonesia
Kapal kayu di Anambas yang mengangkut barang dan orang. foto:syahid/batampos
Kapal kayu di Anambas yang mengangkut barang dan orang. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Delmadi mendesak pemerintah daerah agar setiap fery yang beroperasi terutama antar pulau dapat dilengkapi dengan life jacket.

Jika saat ini masyarakat belum memahami hal itu maka itu merupakan tanggungjawab pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat agar peduli keselamatan dalam berlayar. Hal itu ia sampaikan demi menghindari terjadinya musibah yang akan dialami saat perjalanan di laut.

Tidak dipungkiri moda transportasi antar pulau sangat dominan digunakan masyarakat Anambas dalam melaksanakan rutinitas setiap harinya. Bahkan jasa pelayanan angkutan yang berada di pelabuhan milik pemda antar kecamatan yakni Kecamatan Palmatak dan Kecamatan Siantan setiap hari melayani penumpang yang hendak menyeberang ke pulau tersebut. Namun dari pantauan dilapangan, hampir semua pelayaran yang ada tidak dilengkapi dengan life jacket.

“Setiap speed boat harus menyiapkan life jacket bagi penumpang, hal itu berguna untuk antisipasi kemungkinan musibah yang terjadi dilaut. Apalagi dalam waktu dekat ini Anambas akan mengalami angin utara yakni gelombang yang tinggi,” ungkap Delmadi, Rabu (28/9).

Ia menambahkan, hal ini bukan hanya berlaku bagi speed boat saja, akan tetapi berlaku juga bagi kapal-kapal kayu yang membawa barang atau penumpang antar pulau. Apalagi harus melalui rute dengan jangkauan sangat jauh, seperti kapal kayu menuju Desa Kiabu, Mengkait dan Desa Nyamuk.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahkan sebagian dari moda transportasi telah diberikan life jacket.

Ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan bagi keseluruhan moda transportasi yang ada belum terpenuhi, sebab keterbatasan anggaran. Ia berjanji pada tahun kedepannya akan dianggarkan untuk mengadakan alat tersebut.

“Kita sudah lakukan sosialisasi, untuk memenuhi kebutuhan bagi moda transportasi antar pulau akan diadakan pengadaan alat itu. Kalau anggaran tersedia akan kita ajukan penganggarannya,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar