UMKM Tumbuh Pesat di Tanjungpinang

495
Pesona Indonesia
Produk kreasi kerajinan tangan dari limbah laut dari UMKKM yang ada di Penyengat. Dalam peningkatan ekonomi kerakyatan, Pemko Tanjungpinang menjadikan keberadaan UMKM sebagai tumpuan. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Produk kreasi kerajinan tangan dari limbah laut dari UMKKM yang ada di Penyengat. Dalam peningkatan ekonomi kerakyatan, Pemko Tanjungpinang menjadikan keberadaan UMKM sebagai tumpuan. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Perbaikan kondisi ekonomi kerakyatan di Kota Tanjungpinang bisa diwujudkan melalui pendayagunaan maksimum keberadaan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Pemerintah Kota Tanjungpinang punya harapan besar agar sejumlah UMKM bisa terus tumbuh dan berkembang juga berdaya saing.

Sebab itu, dengan tegas dinyatakan dalam draf penyusunan anggaran perubahan tahun ini, pembangunan ekonomi melalui UMKM jadi poin prioritas pembangunan. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah tidak ragu dengan hal itu. Dari tahun ke tahun, kata dia, pengembangan UMKM di Tanjungpinang terus dilakukan.

“Hanya saja masih belum berkembang dengan maksimal,” ungkapnya, kemarin.

Setakat ini pelbagai jenis pelatihan kemampuan pengelolaan dan pengembangan UMKM sudah dilakukan. Namun, pelatihan saja tidak cukup. Perlu juga perbantuan modal sebagai bukti keseriusan Pemko Tanjungpinang mendukung kemajuan UMKM untuk membangun kemandirian ekonomi kerakyatan.

“Ya, kami sedang pertimbangkan (perbantuan modal) itu. Bahkan kami akan ikut bantu membangun pasar dan jejaringnya agar ada jalur distribusi produk-produk UMKM itu,” tegas Lis.

Imam Tupandi, seorang pegiat UMKM di Penyengat mengungkapkan, perbantuan modal memang sesuatu yang diyakini bakal sangat membantu pembangunan dan pengembangan UMKM. Sebagai pekerja penghasil cenderamata dari barang limbah laut, sepintas Imam memang hanya membutuhkan cangkang kerang atau gonggong. Tapi di luar itu ia juga harus memenuhi kebutuhan bahan dasar lain yang memang harus dibeli.

“Kalau bisa memang diberikan bantuan modal, tentu sangat baik. Kalau benar iya, itu akan sangat membantu kami,” ungkapnya.

Kemudian yang tidak kalah penting, sambung Imam, adalah promosi. Hal yang tidak pernah maksimal jika hanya dimainkan oleh pelaku UMKM. Imam dan sesama pelaku UMKM mengaku perlu sokongan pemerintah daerah dalam mempromosikan produk-produk UKM. Misalnya dengan sering diikutkan ke pameran-pameran atau ditampilkan dalam brosur kepariwisataan milik pemerintah daerah.

Berdasarkan data Badan Perizinan Pelayanan Perizinan Terpada (BP2T) Kota Tanjungpinang, selama kurun dua tahun terakhir Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan untuk kategori usaha mikro sebanyak 166 usaha, kecil sebanyak 920 usaha dan usaha menengah 109 usaha.

Kepala BP2T Kota Tanjungpinang Tengku Dahlan, mengatakan perkembangan UMKM cukup pesat di Kota Tanjungpinang dan kini menjadi penopang ekonomi terbesar ibukota provinsi Kepri ini.

Hal itu membuktikan perdagangan UMKM di Kota Tanjungpinang kian diminati warga.
Dengan begitu besar harapannya pola pikir masyarakat sudah tidak semata mencari kerja atau menjadi pegawai dan keryawan, melainkan berusaha membuat peluang pekerjaan sendiri dengan berbisnis memenuhi kebutuhan hidup.

“Kalau di Tanjungpinang UMKM memang sangat berkembang. Untuk investasi-investasi besar kita memang kurang,” ujarnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar