Ini Benda yang Dipakai Dimas Kanjeng Menipu Korbannya

1098
Pesona Indonesia
Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, saat menunjukkan yang yang ia gandakan. Foto: youtube
Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, saat menunjukkan yang yang ia gandakan. Foto: youtube

batampos.co.id – Sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi memang sempat membuat warga Nganjuk takjub. Mereka menjadi pengikut dan tertarik menggandakan uang di Padepokan Dimas di Probolinggo.

Sayangnya, mereka malu melapor setelah kasus ini terkuak. Hal ini dibenarkan Perwira Urusan (Paur) Subbag Humas Polres Nganjuk Iptu Samsul Hadi.

“Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan melapor ke Polres Nganjuk,” kata Samsul.

Seperti diberitakan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap di padepokannya pada Kamis (22/9/2016) lalu. Dia diduga terlibat kasus pembunuhan pengikutnya.

Belakangan, polisi mengembangkan pengusutan pada kasus dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Polisi sudah menyita sejumah barang bukti, termasuk perlengkapan “sulap” Dimas Kanjeng. Antara lain:

Tiga Jubah besar

Warna : Dua warna hitam, satu warna kuning yang diamakankan dari Padepokan Dimas Kanjeng

Pengakuan saksi, Dimas Kanjeng pesan sendiri ke penjahit di Probolinggo. Model dan ukurannya disesuaikan dengan keinginannya.

Ada dua saku jumbo di bagian belakang. Masing-masing saku bisa memuat uang hingga Rp 200 juta (pecahan Rp 100 ribu).

Dalam rekaman video yang diunggah di Youtube, Dimas Kanjeng seolah-olah memunculkan uang dari bagian belakang jubah. Diduga uang diambil dari dua saku besar tersebut.

Ketika uang habis, dia berganti jubah lain dengan warna sama yang sudah tersedia di kamar khususnya.

Kantong Emas 

– Harga Rp 10 juta, berupa kain warna merah sebesar segenggaman orang dewasa

Kantong ini berisi perhiasan berbentuk kalung, gelang, dan anting.

Diamankan dari pelapor

– Janji manfaat : Jika diambil akan bertambah terus dan tidak pernah habis.

– Fakta : Polisi telah menguji ke Pegadaian. Hasilnya, benda itu besi sepuhan.

Dapur ATM 

– Harga Rp 250 ribu, berbentuk kotak kayu yang di dalamnya ada tulisan Arab.

Cara kerja : Uang Rp 10 ribu ditempelkan pada tulisan Arab tersebut, lalu dimasukkan ke dalam plastik dan dimasukkan ke dalam kotak kayu.

Diamankan dari pelapor.

– Janji manfaat : Hasilkan uang Rp 5 juta setiap hari.

– Fakta : Polisi yang menyita kotak itu tidak pernah melihat ada uang yang muncul dari dalam kotak.

Bolpoin Laduni 

Harga Rp 10 ribu.

Diamankan dari padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo

– Janji manfaat : Pemegang langsung bisa menguasai tujuh bahasa asing.

– Fakta : Polisi yang memegang tidak merasakan perbedaan dalam penguasaan bahasa asing.

Sumber : Ditreskrimum Polda Jatim

(jpnn)

Respon Anda?

komentar