BUP Berlakukan Sistem Parkir Otomatis Pertama di Karimun

1428
Pesona Indonesia
Sistem parkir otomatis mulai diterapkan di Pelabuhan Sri Tanjung Kelam, sejak Senin (26/9). foto:tri haryono/batampos
Sistem parkir otomatis mulai diterapkan di Pelabuhan Sri Tanjung Kelam, sejak Senin (26/9). foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun, telah memberlakukan sistem parkir otomatis di Pelabuhan Sri Tanjung Kelam, sejak Senin (26/9). Tujuannya, tidak lain untuk meningkatkan pendapatan pelabuhan serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat yang akan berangkat ke berbagai pulau.

“Benar, untuk sementara ini kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ketika masuk ke kawasan pelabuhan pengguna kendaraan dipersilahkan ambil karcis otomatis dengan menekan tombol. Dan ketika keluar pelabuhan dipersilahkan menunjukkan karcis tersebut kepada petugas yang sekaligus membayar dengan harga lama,” kata Direktur Utama BUP Karimun Indrawan Susanto, kemarin (29/9) ketika dikonfirmasi koran Batam Pos.
D
engan telah berfungsinya parkir barrier gate automatic tersebut, secara otomatis terjadi peningkatan arus kendaraan yang masuk mencapai 200 persen dibandingkan secara manual beberapa waktu lalu. Selain itu bisa dilakukan penertiban kendaraan yang masuk dan keluar secara otomatis, apabila tidak mempunyai tiket tersebut maka pengguna kendaraan harus menunjukkan kartu identitas dan surat-surat kendaraan baru bisa keluar. Tapi tetap harus membayar uang parkir.

“Untuk meminimalisir kehilangan kendaraan juga. Walaupun hingga saat ini masih aman, lebih baik kita antisipasi sebelum kejadian. Kan, cukup murah untuk kendaraan motor roda dua hanya Rp1000 dan kendaraan roda empat Rp2500 sekali parkir,” ujarnya.

Masih kata Santo lagi, walaupun masih dalam tahap sosialisasi, pemberlakukan ini tetap permanen. Artinya, parkir otomatis berlaku selamanya. Dan pada bulan Oktober nanti, di Pelabuhan Tanjung Makom Selat Belia akan dipasang barrier gate automatic.

“Ke depan, akan kita pasang barrier gate otomatis di pelabuhan yang di bawah BUP,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat sebagai mitra kerja BUP Karimun memberikan dukungan penuh terhadap kinerja BUP Karimun yang telah memasang barrier gate automatic. Sehingga, pelayanan publik dan kontribusi ke BUP Karimun dapat sejalan.

“Kita sebagai mitra memberikan suport saja. Tekniknya BUP Karimun mau dibawa kemana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)? Persaingan sangat ketat ke depannya, jadi mulai sekarang membuat terobosan baru. Ya salah satunya, itulah peningkatakan pelayanan publik,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang warga Santi mengatakan, pemberlakukan baru di pelabuhan KPK cukup bagus. Sebab, siapapun yang masuk wajib membayar tidak pandang bulu. “Nah itu baru adil bang. Jangan mentang-mentang pejabat bebas aja masuk,” singkatnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar