Fraksi Golkar Dukung Dinas Kebudayaan Berdiri Sendiri

313
Pesona Indonesia
Pertunjukan seni tari khas Lingga, Joget Dangkong akan meriahkan kegiatan Sail Karimata di titik labuh Lingga. foto:hasbi/batampos
Pertunjukan seni tari khas Lingga, Joget Dangkong, salah satu budaya yang dimiliki Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Juru bicara fraksi Golkar Agus Norman, mengatakan Lingga sebagai daerah kebudayaan dan telah diakui negara Asean sebagai Bunda Tanah Melayu, jadi sangat wajar memiliki dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri. Hal tersebut disampaikan Norman di sela-sela pandangan fraksi terhadap Nota Keuangan APBD-P 2016 oleh Bupati Lingga beberapa waktu lalu.

Menurut Agus Norman, alasan kuat dukungan tersebut karena kekuatan bahasa Melayu khususnya Kepulauan Riau yakni Daik Lingga dan Penyengat yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

“Bahasa Melayu induk Bahasa Indonesia, bahasa persatuan. Kami menyarankan Dinas Kebudayaan harus berdiri sendiri,” ungkap Agus Norman politikus beringin ini.

Selain pandangan segi bahasa sebagai salah satu unsur kebudayaan, Norman menambahkan saat ini literatur budaya bahasa melayu semakin tergeser. Untuk itu perlu ada upaya serius dan diskusi-diskusi budaya di Bunda Tanah Melayu. Baik dari para ahli, pemerhati dan juga pelaku kebudayaan.

Tanpa ada dinas kebudayaan, hal tersebut akan sulit terealisasi. Jika bukan orang melayu di Lingga yang mempertahankannya lantas siapa lagi. Apalagi Lingga sebagai sentral Bunda Tanah Melayu yang ditabalkan oleh negara Asean tahun 1999 lalu untuk mempertahankan kebudayaan di tengah lajunya globalisasi. Sebagai induk dan rujukan kebudayaan melayu yang begitu luas.

“Sudah layak Dinas Kebudayaan itu berdiri sendiri. Kita bangga Lingga ini sebagai Bunda Tanah Melayu,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lingga, Alias Wello, menanggapi pandangan fraksi Golkar mengatakan visi misi Awe-Nizar salah satu capaiannya nanti adalah memajukan bidang kebudayaan. Untuk itu, Pemkab Lingga telah memiliki staf khusu bupati di bidang kebudayaan dan kelembagaan adat.

“Kita sebagai Negeri Bunda Tanah Melayu patut bangga dan kebudayaan ini bukan hanya persoalan lembaga. Tapi juga persoalan program yang paling kreatif dan inovatif dibidang budaya,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, melalui Kabag Organisasi Setda Kabupaten Lingga, Gandime Diyanto mengatakan, hasil rapat evaluasi di Provinsi Kepri di Tanjungpinang bersama biro hukum dan biro organisasi provinsi telah menyetujuai agar Kabupaten Lingga memiliki dinas kebudayaan untuk berdiri sendiri.

“Dinas Kebudayaan akan berdiri sendiri. Ini sesuai visi misi Lingga yang mengusung kebudayaan. Sesuai evaluasi kita di provinsi,” ungkapnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar