Helmi Masih Calon Walikota Terkuat

861
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Walau petanya belum jelas, namun kekuatan beberapa figur yang potensi maju Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bengkulu 2018 sudah mulai diperhitungkan.

Tetapi Helmi Hasan selaku incumbent walikota, masih dinilai sebagai figur calon walikota (cawali) terkuat. Potensinya menang masih sangat terbuka jika kembali menggandeng Wakil Walikota Bengkulu, Patriana Sosialinda.

‘’Itu yang masih dirasakan sekarang. Tetapi kalau Patriana berkeinginan maju sebagai orang nomor satu (calon walikota, red), artinya Helmi sudah mendapat satu lawan yang berat,’’ kata pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu, Drs. Lamhir Syam Sinaga, M.Si seperti diberitakan Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group) hari ini (30/9).

Baik Helmi maupun Linda, lanjut Lamhir, sama-sama memiliki peluang menang yang lebih besar. Kuncinya tergantung dengan kepiawaian figur cawali dalam mencari pasangan. Diantara pasangan yang layak dipertimbangkan Helmi dalam mencari figur pasangan kalangan perempuan adalah Leni John Latief, Sefti Yuslinah dan Erna Sari Dewi.

‘’Begitu juga sebaliknya, Patriana masih punya banyak pilihan calon pasangan yang bisa digandeng dalam Pilwakot 2018. Antara lain, politisi PKS, Dani Hamdani atau Mirza Murman dari PDIP. Bahkan bisa jadi, baik Helmi maupun Patriana akan melirik orang Bengkulu yang sukses di luar Bengkulu. Istilahnya diaspora,’’ tukas Lamhir.

Tidak hanya Helmi dan Patriana, bursa kursi cawali dalam Pilwakot 2018 dipastikannya bakal ramai. Ketua DPD Demokrat Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon, Ketua DPD Hanura Provinsi Bengkulu, Muslihan DS dan Ketua DPD Gerindra Provinsi Bengkulu, Susi Marleny Bachsin juga sangat berpotensi maju sebagai cawali. Termasuk mantan Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu, Andi Roslinsyah.

‘’Semuanya berpeluang menang sepanjang bisa menggandeng pasangan yang tepat.

Sejauh ini, orang-orang itulah yang sekarang baru nampak. Bisa jadi nanti akan muncul figur baru yang bisa lebih meyakinkan masyarakat. Tua atau muda tidak lagi menjadi tolak ukur. Dalam Pilwakot 2018, masyarakat Bengkulu cenderung lebih menilai apa yang bisa diperbuat seseorang ketika jadi pemimpin di Bengkulu,’’ pungkas Lamhir. (jpg)

Respon Anda?

komentar