Keluarga Salim Ikut Tax Amnesty

803
Pesona Indonesia
Anthoni Salim. Foto: http://profilbos.com
Anthoni Salim. Foto: http://profilbos.com

batampos.co.id – Keluarga Salim berencana mengikuti program pengampunan pajak atau amnesti pajak (tax amnesty), hari ini Jumat (30/9/2016).

Keikutsertaan keluarga konglomerat zaman Orde Baru ini seakan menjadi gong penutup berakhirnya periode pertama program amnesti pajak.

Rencananya, putra almarhum Liem Sioe Liong, yaitu Anthoni Salim, akan menyampaikan Surat Pernyataan Harta (SPH) untuk mengikuti program amnesti pajak di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar IV, Gedung Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pukul 11.00 WIB.

Selain bos Grup Indofood tersebut, menantu Om Liem, yaitu Franciscus (Franky) Welirang, turut mendampingi dan menyerahkan SPH.

Langkah duo penerus bisnis Grup Salim ini untuk menunaikan janjinya setelah acara pertemuan sekitar seratusan pengusaha dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/9/2016) pekan lalu.

“Selain itu, Bapak Anthoni dan Franky ingin menunjukkan ke para pengusaha lain bahwa amnesti pajak itu sangat penting dilakukan,” kata Ani Natalia Pinem, Kepala Subdit Humas Ditjen Pajak, dalam siaran persnya, Kamis (29/9/2016).

Pada tahun 2015, majalah Forbes menempatkan Anthoni sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia. Nilai kekayaannya ditaksir mencapai US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 70,2 triliun. Di bawah payung Grup Salim, dia memiliki perusahaan di bidang makanan dan bahan pangan, telekomunikasi, ritel, properti, dan perbankan.

Keluarga Salim merupakan kloter terakhir konglomerat yang mengikuti program amnesti pajak periode pertama dengan tarif tebusan terendah.

Sejak tiga pekan terakhir, sudah banyak konglomerat yang mengajukan pengampunan pajak. Di antaranya bos Grup Lippo James Riady, Keluarga Thohir: Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir dan bos Grup Mahaka Erick Thohir, mantan bos Grup Astra dan pemilik Grup Triputra Theodore Permadi Rachmat, dan bos Sriwijaya Air Group Chandra Lie.

Belakangan, sejumlah konglomerat zaman Orde Baru turut program amnesti pajak, seperti Keluarga Cendana yang diwakili oleh Tommy Soeharto, bos Grup Barito Prajogo Pangestu, dan Keluarga Eka Tjipta Widjaja pemilik Grup Sinarmas yang diwakili oleh Franky Widjaja.

Selain itu, ada bos Grup Bakrie Aburizal Bakrie, bos Grup Medco Arifin Panigoro, dan bos Pasaraya Abdul Latief.

Hingga Kamis malam, Ditjen Pajak mencatat, jumlah pelaporan harta sudah mencapai Rp 3.134 triliun, yang mayoritas merupakan deklarasi di dalam negeri sebesar Rp 2.131 triliun.

Alhasil, dana tebusan yang sudah diperoleh pemerintah mencapai Rp 78,2 triliun. Sedangkan jumlah dana tebusan berikut pembayaran tunggakan dan bukti permulaan mencapai Rp 93,4 triliun.

Sebelumnya, Ketua umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani pernah menyatakan, para pengusaha membutuhkan waktu lama menyelesaikan konsolidasi dana atau hartanya untuk mengikuti program amnesti pajak. Sebab, para pengusaha tersebut punya banyak perusahaan.

“Jumlahnya tidak hanya ratusan, tetapi ada yang sampai ribuan perusahaan,” kata Rosan. (ceu/dyn/ken/jpgrup)

Respon Anda?

komentar