Naskah Akademis Ranperda Zakat Rampung

363
Pesona Indonesia
Ade Angga. foto:yusnadi/batampos
Ade Angga. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Rancangan Peraturan Daerah tentang zakat kian matang. Paling mutakhir, naskah akademis ranperda zakat yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang sudah rampung. “Saya dapat laporan memang sudah selesai akhir bulan ini,” kata Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga, Kamis (29/9).

Seiring selesainya penyusunan naskah akademis ini membuat ranperda ini bakal siap dilanjutkan dengan agenda selanjutnya, yakni penyampaian ranperda di sidang paripurna. Angga menjelaskan, karena ini merupakan inisiatif lembaga legislatif, perwakilan dari mereka yang akan menyampaikannya secara resmi ke pemerintah daerah.

“Kalau sudah disampaikan baru nanti dibahas bersama-sama,” ujar politisi muda dari Partai Golkar ini.

Lebih lanjut Angga menjelaskan, ranperda ini bukan merupakan produk hukum untuk mendirikan sebuah lembaga baru yang mengelola zakat. Melainkan, justru sebagai penguat regulasi pembayaran zakat di Tanjungpinang.

“Tidak mungkin kan kami bikin Badan Zakat Pemko Tanjungpinang,” jelas Angga.

Karena itu dalam pembahasan demi pembahasan, turut dilibatkan para pengurus dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Tanjungpinang. Sehingga diharapkan tidak terjadi dualisme aturan yang saling bertabrakan. Hal ini jadi penting lantaran memang sesuai tujuannya, perda zakat digagas untuk kian memperkuat pengelolaan zakat di Tanjungpinang. Termasuk misalnya, ketika anggaran operasional Bazda terbilang terbatas, Pemerintah Kota Tanjungpinang bisa membantu lewat alokasi dari APBD.

“Kan lucu jadinya kalau perda seperti ini malah dipahami pendirian lembaga tandingan,” ucapnya.

Angga menambahkan, ranperda ini digagas berdasarkan hasil pembahasan dan kajian atas potensi zakat yang bisa diraup tiap tahunnya. Tidak ragu Angga menyebut bahwa potensi dana yang terkumpul dari zakat cukup tinggi. Sehingga, hemat dia, perlu disusun regulasi tetap untuk mengatur pengelolaan dan penarikannya.

Angga memang tidak ingat secara rinci angka pasti potensi zakat di Tanjungpinang. Namun, bila dikonversikan dalam sebuah program pembangunan, Angga yakin bisa untuk membangun sejumlah fasilitas sosial yang bisa dinikmati bersama. “Kalau suadh terkumpul, dananya bisa untuk bangun fasilitas sosial, seperti klinik, jembatan, maupun ruang kelas baru untuk sekolah,” ujarnya.

Soal apakah terkejar pengesahannya sebelum tahun berganti, Angga menjawab diplomatis. Bahwasanya ini semua tergantung pada kinerja Badan Legislatif DPRD dan Biro Hukum Pemko Tanjungpinang. Karena bahkan hingga kini saja Pemko Tanjungpinang belum menyampaikan ranperda tahap kedua, yang sudah diminta Banleg DPRD sejak beberapa waktu lalu.

“Misalnya, ranperda tentang pemakaman itu yang sampai kini belum disampaikan. Padahal agenda kami di DPRD ini sampai akhir tahun masih padat sekali,” pungkas Angga. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar