Pemko Tanjungpinang Hapus Jejak Vandalisme di Monumen RHF

309
Pesona Indonesia
Coret-coretan vandal yang ada di Monumen RHF Juni 2016 dan kondisi terkini monumen September 2016. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Coret-coretan vandal yang ada di Monumen RHF Juni 2016 dan kondisi terkini monumen September 2016. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Jejak praktik tangan-tangan nakal yang membubuhkan coretan vandal di Monumen Raja Haji Fisabilillah (RHF) kini sudah dihapus. Kendati belum dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh sebagaimana yang dijanjikan, sedikit kepedulian terhadap situs kebudayaan ini perlu mendapat tepuk tangan.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Pepy Candra yang paling pertama melakukannya. Menurutnya, itu bukti kalau hati nurani bersama belum mati. Betapa tidak pernah mudah, kata dia, melihat sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan seorang pahlawan diperlakukan sedemikian oleh tangan yang tidak bertanggung jawab.

“Walau baru sekadar dicat, paling tidak ada aksi nyata dan tidak dibiarkan begitu saja. Itu kan jalan dan tempat yang dilalui banyak orang setiap hari,” ungkap Pepy, Kamis (29/9).

Monumen Perjuangan RHF di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang memang sudah cukup lama dibiarkan tidak terawat. Maksudnya, sudah lebih dari satu-dua tahun belakangan, tidak ada pembenahan terhadap sejumlah fasilitas yang rusak. Termasuk juga pembiaran terhadap praktik-praktik vandalisme berupa coret-coret di dinding monumen.

Saat itu, pintu masuk ke area monumen RHF terkunci. Entah sudah untuk sekian lama. Namun, coretan yang ada di sekeliling tapak dasar monumen sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Tidak ada yang pernah tahu sejak kapan ada di sana. Apalagi pelaku vandalisme semacam ini juga tidak pernah ada penindakannya.

Karena itu pula Pepy berharap Pemko Tanjungpinang bisa lebih memperhatikan situs-situs budaya yang lain. Yang di mata Pepy, punya banyak potensi untuk mendatangkan wisatawan. Semisal untuk menyebut saja, beberapa yang tersebar banyak di Pulau Penyengat, atau juga kawasan pekuburan Kherkoff.

“PR-nya masih banyak untuk peduli situs kebudayaan. Tapi kalau sedikit demi sedikit dilakukan, pasti selesai semua,” katanya.

Terpisah, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan rehabilitasi Monumen RHF sebenarnya sudah direncanakan bakal dikejar pengerjaannya tahun ini. Namun, penyusutan kekuatan keuangan Pemko Tanjungpinang membuatnya perlu mengukur skala prioritas dan probabilitas perampungan pengerjaan hingga akhir tahun.

Dengan berat hati, kata dia, Dinas Tata Kota pun menunda pengerjaan rehabilitasinya sebab tidak mungkin terkejar penyelesaiannya hingga akhir tahun. “Kalau direhab secara menyeluruh tidak terkejar lagi hingga akhir tahun. Tapi seperti yang masyarakat minta, kami sudah mengecat dan menghapus coret-coretan yang ada di sana,” ujar Lis. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar