Peserta Tax Amnesty Membeludak, KPP Batam Buka hingga Pukul 24.00 Malam Ini

564
Pesona Indonesia
Narasumber Harun Pandopotan bersama Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam Utara Hendryanto (tengah) dan Franky Tobing memberikan pemaparan tentang Tax Amnesty pada acara forum Jurnalis di Hotel venesia Batamcenter, Kamis (29/9/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Narasumber Harun Pandopotan bersama Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam Utara Hendryanto (tengah) dan Franky Tobing memberikan pemaparan tentang Tax Amnesty pada acara forum Jurnalis di Hotel venesia Batamcenter, Kamis (29/9/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah pendaftar tax amnesty di Kepri terus membeludak jelang penutupan periode pertama program tersebut pada hari ini, Jumat (30/9/2016). Untuk itu, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Batam memutuskan akan membuka layanan hingga pukul 24.00 malam ini.

Kepala KKP Batam Utara, Hendriyan, mengatakan saat ini sudah terjadi antrean wajib pajak yang ingin mengikuti program pengampunan pajak. Sehingga meurutnya perlu ada waktu ekstra untuk melayani pendaftaran peserta tax amnesty tersebut.

“Para pelapor juga bisa pindah melapor ke KPP Madya di Batuampar, untuk menghindari antrean. Tapi kalau nyamannya di KPP Pratama Batam Utara, ya silakan saja,” kata Hendriyan dalam Forum Jurnalis yang membahas program tax amnesty di Hotel Venesia, Kamis (29/9/2016).

Untuk mengantisipasi antrean itu juga, KPP Pratama Batam Utara akan membagi pelapor dalam dua jalur. Yakni, jalur pribadi dan jalur grup. Serta akan menambah jumlah konter pelaporan.

“Soalnya kasihan kalau ada orang pribadi harus nunggu satu konsultan yang bawa 20 WP. Pasti lama sekali kan itu,” ujarnya.

Hingga tadi malam, peserta tax amnesty di Kepri mencapai 9.672 wajib pajak (WP). Sementara nilai tebusan menyentuh angka Rp 816,2 miliar.

Dua hari sebelumnya, peserta tercatat sebanyak 7.353 orang dengan dana tebusan Rp 626 miliar. Artinya, terjadi lonjakan 2.000 lebih peserta dalam dua hari.

Dengan angka tersebut, dapat diketahui, deklarasi aset yang telah dicapai se-Provinsi Kepri mampu menyentuh angka Rp 40 triliun lebih. Jumlah itu diperkirakan akan melonjak drastis pada penutupan tahap pertama tax amnesty, Jumat (30/9/2016) hari ini.

Sementara Ketua Dewan Pembina Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Kepulauan Riau, Harun Pandopotan, mengatajan pelayanan tax amnesty di Batam lebih nyaman daripada wilayah lain. Seperti, misalnya, Surabaya, Medan, dan Padang.

“Karena ada keikhlasan di sana. Mereka mau menjelaskan kalau ada kekurangan-kekurangan dokumen. Ketika bikin sendiri, banyak juga yang tidak mengerti,” tuturnya.

Harun yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Tax Centre Universitas Internasional Batam itu mengatakan, program tax amnesty di Indonesia menjadi yang paling murah di dunia. Ia menyarankan semua orang untuk mengikutinya.

“Maaf sebelumnya, bodoh kalau nggak ikut tax amnesty,” ujarnya.

Ia optimistis, penerimaan dana tebusan tax amnesty di Kepri akan mencapai angka Rp 1 triliun di akhir periode nanti. Dengan demikian, penerimaan dari sektor pajak akan lebih besar.

“Setelah TA (tax amnesty, red) ini, kita berharap supaya Batam bisa lebih baik lagi,” katanya. (cew)

Respon Anda?

komentar