Polisi Tangkap Tiga Tersangka Jaringan Pengedar Narkoba Internasional di Bintan

537
Pesona Indonesia
Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto dan Kepala BNNK Tanjungpinang, AKBP AH Pangabean menunjukkan barang bukti berupa sabu seberat 0,5 Kg dan pil ekstasi sebanyak 565 butir serta tersangkanya dalam ekspose kasus narkoba di Mapolres Bintan, Kamis (29/9). Foto: Harry/Batampos
Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto dan Kepala BNNK Tanjungpinang, AKBP AH Pangabean menunjukkan barang bukti berupa sabu seberat 0,5 Kg dan pil ekstasi sebanyak 565 butir serta tersangkanya dalam ekspose kasus narkoba di Mapolres Bintan, Kamis (29/9). Foto: Harry/Batampos

batampos.co.id – Satnarkoba Polres Bintan berhasil menangkap tiga tersangka yang merupakan jaringan pengedar narkoba tingkat internasional di wilayah Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Penangkapan itu dilakukan di lokasi dan waktu yang berbeda. Diantaranya, Suryanto, 27, yang merupakan warga Pekanbaru, Provinsi Riau, ditangkap bersama barang bukti sabu-sabu sebanyak dua paket kecil seberat dua gram di Kampung Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Rabu (21/9) malam.

Kemudian untuk tersangka yang kedua, Natulius Nusantara yang merupakan bandar sekaligus pemasok barang haram asal Malaysia itu ditangkap bersama barang buktinya lima paket besar seberat 498 gram di Kawasan Pelabuhan Sribintan Pura, Tanjungpinang, Jumat (23/9) sore. Sedangkan tersangka terakhir, Gusman Tirana, 28, yang merupakan warga Kampung Bugis, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, diamankan bersama barang buktinya pil ekstasi sebanyak 565 butir di rumah kontrakannya yang berlokasi di Jalan Korindo, Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, pada waktu yang sama, Jumat (23/9) malam.

“Jadi total barang bukti narkoba yang berhasil kita amankan dari tiga pelaku yaitu sabu-sabu seberat 500 gram atau 0,5 Kg dan 565 butir pil ekstasi,” ujar Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto saat ekspose kasus narkoba bersama Kepala BNN Tanjungpinang, AKBP AH Pangabean di Mapolres Bintan, Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kamis (29/9).

Selain mengamankan barang bukti, lanjutnya, narkoba polisi juga berhasil mengamankan barang bawaan lainnya yaitu plastik untuk memaketkan sabu dan pil ekstasi, amplop yang digunakan untuk menyimpan uang hasil transaksi, kotak penyimpanan kedua jenis narkoba tersebut, dan handphone (hp) merek Nokia yang digunakan untuk komunikasi tersangka dengan pembeli dan bandar utamanya di Malaysia.

Kasus ini, kata dia, akan terus dikembangkannya bersama pihak BNNK Tanjungpinang. Sebab, bandar utamanya asal negeri jiran yang berinisial KK itu belum berhasil ditangkap. Kemungkinan besar, KK sudah mengetahui rekan-rekan lainnya diamankan sehingga dia memilih kabur dari Kota Batam ke negara asalnya.

“Tiga tersangka tak memberikan perlawanan saat ditangkap. Dan ketika diperiksapun mereka tetap kooperatif,” katanya.

“Mereka mengaku pengangguran sehingga terpaksa menjalankan bisnis ini selama tiga tahun. Barangnya dari Malaysia masuknya dari Batam lalu ke Tanjungpinaang dan mau diedarkan di Kijang,” tambahnya.

Ditanya hilangnya bandar sekaligus pemasok barang haram sabu seberat 492 gram dari kegiatan ekspose di Mapolres Bintan, mantan Kasubden PJR Mabes Polri itu mengaku kalau Natulius Nusantara tidak hilang atau kabur tetapi kesehatannya sedang terganggu. Sehingga tersangka asal Kota Batam itu sengaja tidak dihadirkan dalam kegiatan ini melainkan sedang mendapatkan perawatan medis di RSUP Kepri, Batu 8, Kota Tanjungpinang.

“Memang hanya dua tersangka saja yang kita bawa untuk diekspose. Sedangkan satunya lagi lagi dirawat di RSUP Kepri karena mengalami sakit Ispa,” bebernya.

“Ingat ya tersangka sakit Ispa bukan Karena ditembak oleh anggota saya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Tanjungpinang, AKBP AH Pangabean mengatakan tidak satupun daerah yang ada di Kepri ini steril dengan keberadaan narkoba. Khususnya Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang yang selalu dijadikan lokasi peredaran barang-barang haram tersebut.

“Kasus narkoba itu beda dengan kasus lainnya. Kalau kasus narkoba tergantung pada polisinya, jika polisi mau kerja keras untuk mengungkap pasti akan ada tersangkanya.Tapi kalau kasus kriminal tinggal korbannya yang lapor barulah pelakunya ditangkap,” cetusnya.

Sebenarnya kasus narkoba itu sangat banyak di Kabupaten Bintan maupun Tanjungpinang. Namun dianggap seperti tak ada bahkan seperti tak terjadi sama sekali. Contohnya saja tiga tersangka yang berhasil ditangkap. Selain barang buktinya terbanyak sepanjang pengungkapan di Polres Bintan, tersangkanya juga masuk kedalam jaringan peredaran narkoba Internasional.

“Jadi kalau tak diungkap seperti aman-aman saja. Nyatanya Bintan sendiri menjadi lokasi yang rawan terhadap peredaran narkoba,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar