Diguyur Hujan, Ratusan Warga Medan Selayang Kebanjiran

708
Pesona Indonesia
Hujan deras yang melanda kota Medan menyebabkan banjir di jalan Sudirman Medan belum lama ini. Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS/jpg
Hujan deras yang melanda kota Medan menyebabkan banjir di jalan Sudirman Medan belum lama ini. Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS/jpg

batampos.co.id – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau lokasi banjir di tiga kelurahan di Kecamatan Medan Selayang, Kamis (29/9). Yakni Kelurahan Sempakata, Kelurahan Beringin dan Kelurahan PB Selayang II.

Akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak petang sampai menjelang tengah malam, kemarin, ratusan warga terdiri dari 77 kepala keluarga (KK) menjadi korban, karena rumah mereka terendam air dengan ketinggian sebetis orang dewasa.

Dari ketiga kelurahan tersebut, banjir di Kelurahan Sempakata yang belum surut. Malah ketika Wali Kota melakukan peninjauan didampingi Asisten Pemerintahan Musadad Nasution, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan, Kadis Kesehatan Usma Polita, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hana Lore, Kabag Tata Pemerintahan Zein Noval serta Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis, sejumlah titik masih digenangi air termasuk kantor Lurah Sempakata di Jalan Bunga Terompet.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan, penyebab banjir karena parit maupun drainase yang ada tidak mampu menampung debit air pada saat hujan deras turun. Selain mengalami penyempitan dan pendangkalan, parit maupun drainase yang ada banyak tersumbat akibat tumpukan sampah. Kondisi itu menyebabkan ketiga kelurahan selalu menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras.

Eldin pun tampak kecewa, sebab camat, lurah dan kepling dinilai kurang peka terhadap kondisi yang terjadi di wilayahnya. Padahal apabila ujung tombak Pemko Medan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini peka dan sering mengajak warga bergotong royong, tentu mampu meminimalisir banjir yang terjadi. Selain menginstruksikan cemat, lurah, dan kepling untuk terus menggalakkan gotong royong, Eldin pun menginstruksikan Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan membuat waduk.

Selain menginstruksikan cemat, lurah, dan kepling untuk terus menggalakkan gotong royong, Eldin pun menginstruksikan kepada Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan untuk membuat waduk. Setelah meninjau sejumlah lokasi, Eldin menilai waduk yang digunakan sebagai penampang air nanti dibangun di Jalan Anggrek Raya Ujung, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Medan Selayang.

Kondisi lokasi yang akan dijadikan waduk cukup mendukung, sebab areal persawahan sehingga semakin mempermudah untuk membangun waduk. Direncanakan, waduk dibangun di atas lahan seluas 1 hektar. Eldin selanjutnya minta kepada Camat Medan Selayang agar segera menghubungi pemilik tanah untuk dilakukan pembelian.

“Lokasi ini sangat cocok untuk dijadikan waduk untuk penampang air. Jika waduk ini selesai dibangun, tentunya dapat menampung debit air pada saat hujan deras turun. Insya Allah waduk ini nantinya dapat mengatasi banjir yang selama ini terjadi di kawasan Medan Selayang, terutama Kelurahan Sempakata, Kelurahan PB Selayang II dan Kelurahan Beringin,” kata Eldin seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini (30/9).

Di samping itu Eldin juga minta kepada Dinas Bina Marga untuk segera mengorek parit maupun drainase yang selama ini tersumbat agar aliran air semakin lancar. Untuk itu Eldin menginstruksikan Camat Medan Selayang segera berkoordinasi dengan Kadis Bina Marga, serta menunjukkan parit maupun drainase mana saja yang perlu dilakukan pengorekan.

Warga juga berharap pembangunan waduk dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini dialami. Selain merusak peralatan rumah tangga, banjir yang terjadi juga menyebabkan aktifitas warga. Kesempatan itu digunakan Eldin menampung semua keluhan warga. Ia mengaku berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.

Wali kota mengingatkan kepada seluruh camat, lurah, dan kepling untuk siaga 24 jam. Jika terjadi banjir, Eldin minta segera turun tangan membantu warga. Kemudian berkoordinasi langsung dengan BPBD Kota Medan agar secepatnya mendapat bantuan. “Jangan sampai saya dengar ada camat, lurah maupun kepling yang tidak peduli dengan banjir yang menimpa warganya,” katanya.(jpg)

Respon Anda?

komentar