Setelah Interkoneksi, PLN Siap Berbenah

839
Pesona Indonesia
GM UIP II PT PLN Medan, Jurlian Sitanggang melaksanakan uji coba penyalaan interkoneksi listrik Babin di GI Kijang, Kamis (12/8) malam. foto:harry/batampos
GM UIP II PT PLN Medan, Jurlian Sitanggang melaksanakan uji coba penyalaan interkoneksi listrik Babin di GI Kijang, Kamis (12/8) malam. foto:harry/batampos

batampos.co.id – PLN Area Tanjungpinang masih belum bisa memanfaatkkan jaringan interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin). Terutama terkait pemadaman yang terjadi belakangan ini, karena untuk pekerjaan interkoneksi.

“Memang aliran interkoneksi sudah sampai di Gardu Induk (GI) Air Raja, Tanjungpinang. Tetapi belum bisa kita nikmati,” ujar General Manager (GM) PLN Area Tanjungpinang, Armunanto menjawab pertanyaan koran Batam Pos, Kamis (29/9).

Armunanto juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Tanjungpinang, karena belum maksimalnya pelayanan yang diberikan. Menurut Armunanto, pihaknya memang punya ekspektasi yang tinggi terhadap Interkoneksi Listrik Babin.

“Interkoneksi 150 KV Babin ini merupakan solusi terhadap permasalahan listrik yang ada yaitu keandalan dan daya mampu listrik di Pulau Bintan,” jelas Armunanto.

Disebutkannya, namun untuk memindahkan atau manuver jaringan dari sistem lama isolated Bintan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)/Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU))ke sistem baru interkoneksi Babin melalui GI 150 KV, masih dalam tahap pekerjaan.

“Sekarang lagi proses pengerjaan, Insya Allah di bulan Oktober sudah bisa 100 persen pindah ke sistem interkoneksi Babin,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, atas dasar itu, ia berharap masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang bisa bersabar. Lebih lanjut katanya, pihaknya sudah menyiapkan berbagai siasat ketiga terjadi gangguan pada interkoneksi nantinya.

“Kami mohon maaf atas pelayanan kami yang belum maksimal, insyaallah kedepan akan kami perbaiki dan benahi sehingga apa yg masyarakat harapkan bisa kami wujudkan,” tutup Armunanto.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar