Tak Kenakan Helm saat Berkendara, Anggota Satkat Koarmabar TNI AL Tewas

4439
Pesona Indonesia
Ttim medis memberikan pertolongan untuk menyelamatkan nyawa Serma Dwi Joko Prastiyo di RSUD Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (29/9). Foto: Anggota Satlantas Polres Bintan.
Tim medis memberikan pertolongan untuk menyelamatkan nyawa Serma Dwi Joko Prastiyo di RSUD Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (29/9). Foto: Anggota Satlantas Polres Bintan.

batampos.co.id – Anggota Satkat Koarmabar TNI AL, Serma Dwi Joko Prastiyo, 35, tewas di tempat ketika motor Honda Vario Techno BP 2473 OT yang dikemudikannya kecelakaan tunggal di Jalan Permaisuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (29/9) subuh dini hari. Nyawa pria yang berdomisili di Fasharkan TNI AL itu tak dapat tertolong akibat luka parah di bagian kepalanya.

“Banyak luka dibagian tubuh korban, khususnya dibagian kepala. Akibat luka parah itulah korban meregang nyawa,” ujar KBO Satlantas Polres Bintan, Iptu Junaidi ketika diwawancarai di Pasar Tani, Kecamatan Toapaya.

Diceritakan kronologisnya, korban mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan helm dari arah Kampung Mentigi hendak menuju Perum Bumi Moro, Jago. Setibanya di Jalan Permaisuri tepatnya di depan Vihara Dahrma Shanti motor korban tak terkendali hingga keluar jalur aspal bagian kanan.

Seketika itu juga, kata dia, korban bersama kendaraannya terpental dan terhempas ke tanah bebatuan hingga radius 10 meter dari lokasi kejadian. Akibatnya, korban mengalami luka robek di bagian alis mata kiri dan di bagian kepala depan, bengkak di kepala kiri belakang, luka robek pada jempol kaki kanan, dan patah tulang jari telunjuk serta jari tengah kaki kanan.

“Korban sempat terpental sejauh 10 meter. Tubuhnya menghantam tanah bebatuan sehingga banyak luka parah yang dialaminya,” katanya.

Polisi, lanjutnya, sempat melarikan korban ke RSUD Tanjunguban agar secepatnya mendapatkan pertolongan medis. Dikarenakan luka yang dialami korban banyak dan sangat parah, nyawanyapun tak terselamatkan.

Agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali, sambungnya, dihimbau kepada pengendara roda dua untuk berhati-hati dalam berkendara. Apalagi dikala malam hari yang minim dengan lampu penerangan. Kemudian juga diminta untuk menggunakan helm saat berkendar di jalan raya. Sebab kecelakaan itu datangnya tanpa disadari dan dapat mengancam siapa saja.

“Helm itu alat keselamatan kita saat berkendara. Dan juga bisa meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa terjadi saat kecelakaan. Jadi lebih baik mencegah hal-hal yang tak diinginkan sebelum terjadi,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar