Anambas Kurang Promosi, Polandia Siap Membantu

502
Pesona Indonesia
Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Polandia, Konsuler Pertama Romuald Morowsky, ditemani Bupati Anambas, Abdul Haris, saat berkunjung ke Anambas. foto:syahid/batampos
Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Polandia, Konsuler Pertama Romuald Morowsky, ditemani Bupati Anambas, Abdul Haris, saat berkunjung ke Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Polandia, Konsuler Pertama Romuald Morowsky menegaskan Anambas memiliki beberapa potensi seperti sektor pariwiasa, kelautan dan perikanan. Namun ia menyayangkan hal tersebut tidak diimbangi dengan promosi yang kuat dari pemerintah daerah. Promosi dari daerah sendiri masih tergolong sangat lemah. Sehingga potensi yang ada tersebut hingga kini belum terkenal hingga keluar negeri.

“Anambas kurang promosi. Promosi hanya di lakukan didaerah sekitar, bukan dilakukan secara besar-besaran sehingga asing belum tahu. Yang tahu Anambas hanya warga lokal saja,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (30/9)

Ia pun menyarankan jika ingin mempromosikan Anambas, maka Pemkab sendiri harus memiliki laman atau web khusus tentang Anambas beserta potensi yang ada. Hal ini untuk memudahkan warga asing terutama para investor asing agar dapat berinvestasi di Anambas. Karena tanpa investor, daerah sulit akan maju.

“Jaman sekarang ini sudah canggih, tidak harus dengan buku, yang lebih praktis itu dengan internet. Jangan segan untuk mengeluarkan dana apabila untuk mempromosikan diri, bila perlu pemerintah daerah mengikuti pameren-pameran baik di Asia, Amerika, Maupun Eropa, hal ini pasti akan menarik perhatian,” jelasnya.

Yang lebih penting, kata Romuald Morowsky, yakni dalam penjabaran promosi itu harus multi bahasa. Bahasa indonesia, inggris dan bahasa lainnya supaya warga asing bisa mengenal Anambas ketika membaca web tentang Anambas. “Kalau bisa jangan satu bahasa, tapi dua atau tiga bahasa supaya warga asing tahu,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan membantu mempromosikan Anambas hingga ke Eropa. Bukan hanya itu pihaknya siap mengagendakan persentasi di Kedutaan Polandia dihadapan group Investor Polandia yang berinvestasi di sejumlah daerah di Indonesia seperti Bali agar berniat untuk berinvestasi di Anambas.

“Setiap 45 hari itu ada gabungan pengusaha polandia yang berada di Indonesia itu melaksanakan pertemuan dan ini akan dimintakan waktu untuk pemerintah daerah Anambas mempersentasikan Anambas di Kedutaan,” ungkapnya lagi.

Untuk presentasi daerah, Romuald puas dan memuji persentasi yang disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengenai potensi Anambas.

Sementara itu Kepala Kantor Penanaman Modal (KPM) Kabupaten Kepulauan Anambas Effie Suhairi, mengakui bahwasanya promosi yang dilakukan pemerintah daerah belum maksimal. Diakuinya, mengenai promosi daerah itu bukan hanya tugasnya namun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya juga memiliki peranan penting dalam hal promosi.

Seharusnya, kata Effie, SKPD terkait seperti Dinas Pariwisata, Kelautan dan Perikanan jika ingin pariwisata dan Kelautan di Anambas dipromosikan dengan baik, maka harus memiliki pandangan kedepan dan melakukan perencanaan dengan matang. Sehingga setelah perencanaannya matang dan sudah berbentuk bahan, pihak KPM bisa membantu mempromosikan potensi wisata di Anambas.

“Kalau perencanaannya tidak ada, apa yang akan kita promosikan,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (30/9).

Lagipula saat ini promosi belum ditunjang dengan dana yang memadai sehingga kegiatan promosi semakin tidak berjalan. “Bagaimana kita mau lakukan promosi, dananya juga tidak ada,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar