Dapat Hibah, Pelayanan PDAM Harus Lebih Baik

1632
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menandatangani Perjanjian Hibah Daerah Non Kas dalam rangka Penyelesaian Piutang Negara pada PDAM Tirta Kepri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat (30/9). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menandatangani Perjanjian Hibah Daerah Non Kas dalam rangka Penyelesaian Piutang Negara pada PDAM Tirta Kepri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat (30/9). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak mengimbau agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri semakin meningkatkan pelayanan penyedia air minum lebih baik bagi masyarakat selaku pelanggannya. Apalagi setelah pemerintah pusat memastikan pengucuran dana hibah sebesar Rp 22,3 miliar untuk pembayaran.

“Tidak bisa tidak. Pokoknya harus bekerja lebih baik,” tegas Jumaga, Jumat (30/9).

Kebutuhan masyarakat terhadap air bersih adalah elemen pokok. Tidak bisa ditawar-tawar. Sehingga Jumaga ingin PDAM semakin berbenah melalui momentum pembebasan utang yang terwujud lewat hibah pemerintah pusat tahun ini.

Agar proses administrasi hibah ini berlangsung lancar, DPRD Kepri, kata Jumaga, juga segera menindaklanjuntinya dengan menyusun rancangan peraturan daerah tentang penyertaan modal sebagai payung hukum dana hibah tersebut. Paling lambat sebulan setelah penandatanganan penyerahterimaan, ranperda tersebut harus sudah rampung. Untuk kemudian pada 18 Novermber perda tersebut diserahkan kembali ke Kementerian Keuangan.

“Kami saja sangat serius menindaklanjuti pemberian hibah untuk pembayaran utang ini. PDAM sudah seharusnya semangatnya lebih tinggi dari kami,” kata politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

DPRD Kepri, sambung Jumaga, juga diminta melampirkan sejumlah dokumen selain Perda yang merupakan payung hukum penerimaan dana hibah tersebut. Semisal, kontrak dan perjanjian kerja. Karena hibah yang diberikan ini merupakan penyertaan modal sehingga perlu administrasi itu semua.

Jumaga menambahkan, jika nanti memungkinkan, ia meminta Pemprov Kepri juga diberi peluang untuk menambah penyertaan modal bagi PDAM. “Perhatian ini, saya harapkan dapat meningkatkan kerja keras PDAM melayani masyarakat. Tidak ada lagi kebocoran, dan masyarakat dapat dilayani dengan baik,” tegasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar